Berita Jembrana
Bule Ngotot Bangun Vila di Tanah Negara, Dirikan Tepat di Pantai Abrasi Parah
Ombak besar menghantam pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Jumat (15/9/2023).
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Ombak besar menghantam pesisir Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Jumat (15/9/2023).
Pesisir ini tampak hancur oleh abrasi, namun ada sebuah vila yang sedang dibangun.
Vila tersebut berdiri di garis pantai yang akan dibangun revetment atau pengaman abrasi pada tahun 2024.
Baca juga: Anjing Liar di Canggu Gigit Banyak Turis, Jembrana Vaksinasi Darurat Setelah 2 Kasus Baru!
Pesisir Pebuahan memang mengalami abrasi parah. Jarak bibir pantai dengan rumah warga bahkan tinggal beberapa jengkal saja.
Saat warga waswas dengan ancaman abrasi, malahan ada yang nekat membangun vila, seakan tak peduli dengan gempuran ombak besar.
Tak tanggung-tanggung juga, tanah yang dipakai tempat membangun vila itu adalah tanah negara.
Vila itu dibangun oleh seorang warga negara asing (WNA). Bule itu sering datang ke Pantai Pebuahan.
Baca juga: Warga Pasrah Gelombang Tinggi Hantam Pesisir Pebuahan, Puluhan Perahu Nelayan Tersapu Ombak
Ia berencana mengembangkan wisata di Pantai Pebuahan. Awalnya mau membuat akomodasi wisata speedboat, namun belakangan berubah jadi pembangunan vila.
Perbekel Desa Banyubiru, Komang Yuhartono mengatakan, proyek vila tersebut sudah digarap sejak tujuh bulan lalu. Kata dia, vila itu dibangun oleh seorang bule.
Yuhartono mengaku sudah memberi peringatan, namun bule itu tak mau tahu.
Kata dia, bule itu bergeming dengan proyeknya dan tetap membangun vila.
Baca juga: Bupati Jembrana Tegaskan Masih Berjuang Tangani Abrasi di Pebuahan, Sepenuhnya Kewenangan Pusat
"Sudah kami peringatkan bakal terkena pembangunan senderan pantai (revetment) dengan perwakilan di sana. Tapi tetap saja dilanjutkan," ungkap Yuhartono.
Ia mengatakan, tanah yang dipakai vila oleh WNA tersebut adalah tanah negara. Yuhartono mengaku tak tahu pasti alasan bule tersebut ngotot membangun vila.
"Wilayah pesisir pantai ini memang tidak bersertifikat karena tanah negara," tandasnya.
Sementara itu, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jembrana telah turun melihat vila yang berdiri di pesisir Pantai Pebuahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/awsbswbhesnedtnjmtrmmktmk.jpg)