Berita Klungkung

Palebon Mantan Bupati Klungkung, Mendiang Tjokorda Gde Ngurah Diiringi Ratusan Warga!

Ratusan warga berjalan kaki untuk mengiringi palebon dari Bupati Klungkung periode 1998 sampai 2003 tersebut.

Istimewa
Upacara palebon mantan Bupati Klungkung, Ir Tjokorda Gde Ngurah (75) dilaksanakan Minggu (17/8/2023) siang. 

TRIBUN-BALI.COM - Upacara palebon mantan Bupati Klungkung, Ir Tjokorda Gde Ngurah (75), dilaksanakan Minggu (17/8/2023) siang. Ratusan warga mengiringi palebon dari mantan bupati yang dikenal dengan ketegasannya tersebut.

Terik matahari tidak terasa di Kota Semarapura, tidak pula menyurutkan antusias warga untuk mengantar jenazah Tjokorda Gde Ngurah ke ke lokasi pangesengan (pembakaran) di Tegallingah, Desa Adat Semarapura, Kecamatan Klungkung.

Nuansa kebersamaan dan gotong royong sangat terasa, ketika warga mengangkat bade dari rumah duka di Puri Semarabawa sekitar pukul 11.30 Wita.

Ratusan warga berjalan kaki untuk mengiringi palebon dari Bupati Klungkung periode 1998 sampai 2003 tersebut.

Sesampai di jantung kota Semarapura, bade serta petulangan berupa lembu ireng diarak mengelilingi Catus Pata Kota Semarapura sebanyak 3 kali.

Baca juga: BERKAH Musim Kemarau, Produksi Garam Petani di Sekitar Pantai Yeh Malet Karangasem Naik!

Baca juga: Perspektif Sejarah, Raden Wijaya Pendiri Kerajaan Majapahit dan Kondisi Geopolitik Saat Ini

Upacara palebon mantan Bupati Klungkung, Ir Tjokorda Gde Ngurah (75) dilaksanakan Minggu (17/8/2023) siang.
Upacara palebon mantan Bupati Klungkung, Ir Tjokorda Gde Ngurah (75) dilaksanakan Minggu (17/8/2023) siang. (Istimewa)

 

Anak Tjok Ngurah, yakni Tjokorda Gde Agung Semara Raditia (25) mengatakan, prosesi palebon untuk ayahnya sudah dimulai sejak Kamis (14/9/2023), diawali nancap taring, ngulapin ke Pura Dalem Agung, mendak ida pedanda, melaspas kajang.

"Puncak karya palebon dilaksanakan hari ini, diawali ngaskara, lunga ke setra, dan ngeseng ke segara Desa Jumpai," ujar Tjok Raditia, Minggu (17/8/2023).

Tjokorda Gde Ngurah menghembuskan nafasnya yang terakhir di RSU Grha Bhakti Medika, Jumat (8/9/2023).

Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit komplikasi, dari diabetes yang dideritanya dalam beberapa tahun belakangan.

Selama menjabat sebagai Bupati Klungkung, ia dikenal sebagai sosok yang tegas dalam memimpin, serta sangat mencintai seni.

Tjokorda Gde Ngurah menjabat sebagai Bupati Klungkung pada tahun 1998, sampai dengan tahun 2003.

Saat itu bupati masih dipilih oleh DPRD Klungkung. Sebelum menjabat sebagai bupati, Tjokorda Gde Ngurah sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Klungkung.

Upacara palebon mantan Bupati Klungkung, Ir Tjokorda Gde Ngurah (75) dilaksanakan Minggu (17/8/2023) siang.
Upacara palebon mantan Bupati Klungkung, Ir Tjokorda Gde Ngurah (75) dilaksanakan Minggu (17/8/2023) siang. (Istimewa)

Dalam karirnya berpolitik, Tjokorda Gde Ngurah pernah menjadi Ketua Partai Golkar Kabupaten Klungkung.

Selepas menjabat sebagai Bupati Klungkung, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved