Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Pura Dadia Pasek Gelgel Terbakar Sore Tadi! Simak Kronologinya Berikut Ini

Tidak ada korban jiwa dan korban luka. Tiga palinggih hangus dan tak bisa  diselamatkan. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 30 juta sampai Rp 40 jut

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Pura Dadia Pasek Gelgel di  Desa  Cucut, Desa Ban,  Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali terbakar, Minggu (17/9/2023) sekitar pukul 18.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dan korban luka. Tiga palinggih hangus dan tak bisa  diselamatkan. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 30 juta sampai Rp 40 juta. 

TRIBUN-BALI.COM  - Pura Dadia Pasek Gelgel di  Desa  Cucut, Desa Ban,  Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali terbakar, Minggu (17/9/2023) sekitar pukul 18.00 Wita.

Tidak ada korban jiwa dan korban luka. Tiga palinggih hangus dan tak bisa  diselamatkan. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 30 juta sampai Rp 40 juta.

Informasi di lapangan, yang pertama terbakar yakni lahan milik penduduk. Diduga karena lahan kering, dan cuaca saat ini yang menyebabkan  kebakaran.

Api dengan cepat menjalar dikarenakan angin kencang. Masyarakat tidak bisa memadamkan, karena  kobaran api membesar. Air untuk memadamkan  juga tak ada.

Baca juga: Baru Buka! Bau Busuk Kotoran Babi di Yeh Bulan Waterfall, Tercemar 2 Bulan Setelah Pembukaan!

Baca juga: Bupati Gede Dana Memantau Proyek Infrastruktur di Karangasem Saat Hari Libur

Ilustrasi - Api dengan cepat menjalar dikarenakan angin kencang. Masyarakat tidak bisa memadamkan, karena  kobaran api membesar. Air untuk memadamkan  juga tak ada.
Ilustrasi - Api dengan cepat menjalar dikarenakan angin kencang. Masyarakat tidak bisa memadamkan, karena  kobaran api membesar. Air untuk memadamkan  juga tak ada. (Pixabay)


Perbekel Desa  Ban, I Gede Tamu  Sugiantara, mengungkapkan api diduga berasal dari bekas bakaran sampah.

Setelah itu membakar lahan warga, dan menjalar hingga ke arah pura."Warga yang lihat langsung memadamkan api, tapi tidak bisa dikarenakan kobaran api besar dan cepat menjalar,"ungkap Sugiantara. 

Tiga palinggih yang terbakar, yakni palinggih rong 2, rong 3 dan gedong. Ketiga  palinggih  terbakar.

Pangempon pura sekitar belasan KK. Palinggih terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Seperti kayu, sedangkan atapnya dari ilalang.

Kemungkinan kobaran api beterbangan, dan mengenai palinggih tersebut.

"Kerugiannya sekitar Rp 30 juta sampai Rp 40 juta, karena hangus terbakar. Masyarakat sempat memadamkan,  tapi  tidak  bisa.

Api  berkobar cukup besar dan cepat menjalarnya. Kasus ini tak dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran, karena lokasi  sulit dijangkau" tambahnya.  Saat ini  kobaran sudah dipadamkan.


Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Karangasem minta  masyarakat  Karangasem, untuk tetap waspada & berhati - hati.

Mengingat kebakaran di Karangasem  mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Apalagi sekarang sudah memasuki kemarau. Agustus kebakaran lahan capai belasan kasus.

Pura Dadia Pasek Gelgel di  Desa  Cucut, Desa Ban,  Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali terbakar, Minggu (17/9/2023) sekitar pukul 18.00 Wita.

Tidak ada korban jiwa dan korban luka. Tiga palinggih hangus dan tak bisa  diselamatkan. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 30 juta sampai Rp 40 juta.
Pura Dadia Pasek Gelgel di  Desa  Cucut, Desa Ban,  Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali terbakar, Minggu (17/9/2023) sekitar pukul 18.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dan korban luka. Tiga palinggih hangus dan tak bisa  diselamatkan. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 30 juta sampai Rp 40 juta. (Istimewa)


Meningkatnya kasus kebakaran dikarenakan kondisi alam, serta kelalaian manusia. Kemarau yang panjang jadi pemicu utama kebakaran.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved