Kunjungi Pulau Rempang Pasca Kerusuhan, Menteri Bahlil Lahadalia: Makam Leluhur Tak Direlokasi
Kunjungi Pulau Rempang Pasca Kerusuhan, Menteri Bahlil Lahadalia: Makam Leluhur Tak Direlokasi
Fakta-fakta Kunjungan Bahlil di Pulau Rempang hingga Klaim Luhut Sudah Clear Soal Pembebasan Lahan
Selasa, 19 September 2023 13:38 WIBEditor: Seno Tri Sulistiyono
TribunBatam.id/Aminuddin
A-A+
Menteri Investasi/Kepala BKPM Ri, Bahlil Lahadalia saat bertemu warga Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepri di rumah tokoh masyarakat Rempang, Gerisman Ahmad, Senin (18/9/2023)
TRIBUN-BALI.COM -
Pasca terjadi bentrokan antara warga Pulau Rempang dan aparat keamanan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.
Kunjungan Bahlil Lahadalia ke Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau itu pada Senin (18/9/2023).
Kedatangannya untuk menemui masyarakat dan tokoh setempat sebagai upaya sosialisasi proyek investasi, karena terjadi penolakan terhadap pembangunan Rempang Eco City.
Hal ini tertuang dalam Program Strategis Nasional tahun ini sesuai Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 dan ditargetkan bisa menarik investasi hingga Rp 381 triliun pada tahun 2080.
Baca juga: Bentrok Warga Pulau Rempang dan Polisi Viral di Batam, Siswa SMP dan Balita Pingsan di TKP
Kawasan Rempang akan menjadi lokasi pabrik kaca terbesar kedua di dunia milik perusahaan China Xinyi Group. Investasi proyek itu diperkirakan mencapai 11,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp174 triliun.
Adapun fakta-fakta kedatangan Bahlil ke Pulau Rempang yang dikutip dari TribunBatam, sebagai berikut:
1. Dua kali datangi tokoh masyarakat Rempang
Bahlil datang ke Rempang dalam dua hari berturut-turut.
Kedatangan pertama pada Minggu (17/9/2023) malam.
Saat itu ia datang menemui tokoh masyarakat Rempang, Gerisman Ahmad di kediamannya di Pantai Melayu, Rempang.
Baca juga: Bicara Soal Harga Diri, Bahlil Lahadalia Dukung Pembangunan Smelter di Papua
Kedatangan kedua pada Senin (18/9/2023) siang. Ia kembali mendatangi rumah Gerisman Ahmad.
Namun pada pertemuan kali ini, Bahlil juga menemui warga Rempang lainnya.
"Semalam saya salat Maghrib di sini. Sekarang saya salat Zuhur di sini," kata Bahlil di hadapan warga Rempang, Senin.
2. Datangi sekolah di Rempang
Sebelum mendatangi rumah Gerisman, Menteri Bahlil mendatangi sekolah yang terdampak gas air mata saat terjadi bentrok antara warga Rempang dan aparat keamanan, Kamis (7/9/2023) lalu.
Di situ, Bahlil menemui siswa-siswi di SDN 24 dan SMPN 22 di Rempang Batam dan memberikan semangat kepada mereka agar giat belajar.
3. Temui warga sampaikan investasi
Bertempat di kediaman Gerisman, Menteri Bahlil sampaikan proyek investasi, Rempang Eco City di hadapan warga.
Ia mengatakan, tak ada negara manapun, pemerintah provinsi, kota atau kabupaten, yang maju hanya dibiayai dari APBD.
"Rempang perlu maju, harus ada investor," kata Bahlil.
Pernyataannya ini mendapat penolakan dari warga.
"Kami tak setuju pak," teriak seorang ibu-ibu menanggapi pernyataan Bahlil.
Terkait penolakan ini, Bahlil mengakui kedatangannya menemui warga Rempang karena ada niat baik.
"Niat saya baik, makanya saya datang," ujarnya.
Kedatangan Bahlil temui warga Rempang tak sendirian.
Pertemuan dengan warga Pulau Rempang ini turut dihadiri Wakil Kejagung, Staf Mentri, TNI, Wakapolda Kepri, Kapolresta Barelang, dan jajarannya.
4. Janjikan makam leluhur tak dibongkar
Saat pertemuan dengan warga, Menteri Bahlil memastikan pemakaman leluhur di Rempang tidak termasuk dalam bagian relokasi.
"Terkait makam para leluhur, saya tidak ijinkan sedikitpun untuk dibongkar," tegas Bahlil.
Bahlil mengatakan makam leluhur yang ada di Pulau Rempang tersebut rencananya akan diberi pagar.
Menurut Bahlil tempat pemakaman merupakan tempat yang sering dikunjungi masyarakat kala hari raya, hari peringatan, dan hari jumat sore untuk berziarah di makam keluarga yang dimakamkan di situ.
"Nanti itu akan dipagar, dibikin gapura, dan akan dijaga," ujarnya.
5. Janjikan ada penarikan aparat di Rempang
Pertemuan Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia dengan masyarakat Pulau Rempang juga membahas keluhan masyarakat yang terdampak relokasi terhadap adanya aparat yang berjaga di Posko.
Menurutnya, jika urusan di Pulau Rempang telah selesai, pemerintah bakal menarik aparat dari posko yang telah ada.
"Kalau semuanya sudah beres, kenapa harus ada. Dan sekarang kan kita lagi mencari titik temunya," ucap Bahlil.
6. Warga kecewa tak ada tanya jawab
Sejumlah warga Rempang kecewa saat kunjungan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia ke daerahnya.
Mereka menyayangkan tidak adanya sesi tanya jawab saat Bahlil Lahadalia mengunjungi rumah salah satu tokoh Rempang, Gerisman Ahmad di kampung Pantai Melayu.
Beberapa menit panjatan doa penutup acara selesai, beberapa warga dari kalangan ibu-ibu merengsek maju dari tenda mendekati Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia.
Polisi yang berjaga dengan sigap menghalau seorang ibu yang maju mendekati Bahlil.
"Saya cuma mau ngomong sama pak menteri, jangan pegang saya!"teriak si ibu pada petugas polisi yang hendak memegang dan menghalaunya.
Ibu-ibu lain juga mendekat dan meminta untuk diberi kesempatan untuk bicara.
"Saya mau bicara pak, masyarakat, kami orang Sembulang, asli,"kata ibu-ibu lain kepada rombongan Bahlil.
Beberapa ibu-ibu itu meminta berkali-kali kepada Menteri Bahlil untuk mendengarkan ucapan mereka walau cuma satu menit. "Satu menit, satu menit saja pak!"teriaknya kepada Menteri Bahlil.
"Kasih kami kesempatan satu menit pak!"
Bahlil yang mengenakan kopiah dan berbaju putih lantas mendekat kepada ibu-ibu tersebut.
Ia lantas mempersilahkan seorang ibu yang pad di hadapannya untuk bicara sebentar.
"Kami mengharap bapak pak, Kami tak mau digusur pak, pilihlah jalan yang terbaik pak!"ucapnya kepada Bahlil.
Bahlil sendiri terlihat tak mengomentari ucapan ibu tersebut. Ia hanya tersenyum mendengar ucapan ibu tersebut. Setelah itu ia berbalik arah dan berlalu untuk bergegas pergi dari kediaman Gerisman Ahmad di Pantai Melayu.
"Untuk apa ketemu menteri kalau kita gak dikasih ngomong,"teriak beberapa ibu yang melihat Menteri Bahlil pergi.
Khofiah, warga Sembulang juga menyayangkan tidak ada sesi tanya jawab saat Menteri Investasi itu mengunjungi tempat mereka.
Dia datang sendiri ke Kampung Pantai Melayu dengan motor matic.
"Saya sengaja datang ke sini dengan maksud mendengar penyampaian pak Bahlil, Menteri Investasi, kami pikir ada tanya jawab dengan warga makanya datang,"kata Khofiah.
Di luar dugaan, Khofiah mengaku kecewa berat karena tak diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan Menteri Bahlil. Hingga Bahlil meninggalkan kediaman Gerisman, proses tanya jawab yang dihadarapkan Khofiah tak ada sama sekali.
"Tapi rupanya tidak diberi kesempatan warga ngomong, kasih pendapat," katanya dengan mata sembab berkaca-kaca.
Luhut Klaim Sudah Clear
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan permasalahan di Pulau Rempang sudah clear atau telah tuntas.
Ia mengatakan, saat ini sedang proses mendinginkan suasana. Adapun menurut dia kisruh kemarin karena pendekatan yang kurang pas.
"Selama saya yang menangangi, banyak pembebasan lahan tak ada masalah," kata Luhut ketika ditemui di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Selasa (19/9/2023).
Luhut mengatakan, pada umumnya rakyat di sana mau direlokasi, jadi tidak ada masalah apa-apa.
Ia menyebut mereka mau direlokasi karena ada yang ingin dikasih rumah, pekerjaan, sekolah, dan sebagainya.
"Ada juga (yang mau dikasih, red) uang tunai saja. Kemudian yang provokator pasti ada. Itu perlu dipisahkan. Jadi saya kira tidak ada masalah," ujar Luhut.
Luhut berujar bahwa sudah mengirim tim ke Rempang untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Sosialisasi tersebut, kata dia, seperti menjelaskan lokasi relokasi, sekolah para anak-anak, tempat pekerjaan, dan lain-lain.
"Kalau disosialisasikan dengan baik, saya rasa tidak ada masalah dan sekarang sudah dikerjakan," katanya.
Ia mengatakan, di Rempang memiliki banyak potensi investasi yang bagus. Di sana akan dibangun fotovoltaik.
Jadi, Luhut menegaskan agar orang yang mengkritik investasi Rempang agar tidak asal bicara.
"Jadi sebelum anda mengkritik cek dulu benar tidak. Jangan asal ngomong saja," ujarnya.
Sebagai informasi, beberapa hari lalu terjadi kekerasan yang dilakukan oleh aparat gabungan yang terdiri dari Polisi Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Ditpam Badan Pengusahaan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap Warga Pulau Rempang di Jembatan 4 Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Tragedi Rempang muncul akibat aktivitas pematokan tanah sebagai bagian dari proyek Rempang Eco-city.
Rempang Eco City merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang digarap oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama perusahaan swasta PT Makmur Elok Graha (MEG), dengan target investasi mencapai Rp 381 triliun pada 2080.
Untuk menggarap Rempang Eco City, PT MEG diberi lahan sekitar 17.000 hektar yang mencakup seluruh Pulau Rempang dan Pulau Subang Mas.
Pemerintah juga menargetkan, pengembangan Rempang Eco City ini akan menyerap sekitar 306.000 tenaga kerja hingga 2080.(*)
Punya Daya Tarik Wisata Yang Kuat, Bali Masuk Daftar Paling Sering Dikunjungi Ulang di Asia |
![]() |
---|
Buruh Serabutan di Buleleng Habisi Nyawa Bos Cengkeh, Makam Lansia Dibongkar |
![]() |
---|
LARIKAN Uang PMI Hingga Rp230 Juta, Wayan Depa Sempat Jadi Koki di Malaysia Sebelum Dibekuk di Batam |
![]() |
---|
BURON Kejati Bali Wayan Depa Sempat Jadi Koki di Malaysia, Gelapkan Uang PMI Sampai Rp230 Juta |
![]() |
---|
Ditangkap di Pelabuhan Internasional Harbourbay Batam, Hari ini Buronan Kejari Badung Dibawa ke Bali |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.