Bicara Soal Harga Diri, Bahlil Lahadalia Dukung Pembangunan Smelter di Papua

Bicara Soal Harga Diri, Bahlil Lahadalia Dukung Pembangunan Smelter di Papua

Istimewa/IG @bahlillahadalia
Sosok Bahlil Lahadalia, anak kuli bangunan yang kini Menjabat 2 Menteri Sekaligus 

 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pembangunan pemurnian dan pengolahan mineral logam atau smelter konsentrat oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua didukung penuh oleh Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Menurut Bahlil Lahadalia pembangunan smelter di Papua merupakan harga diri.

Terlebih, dia memprediksikan kontrak izin pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) akan diperpanjang.

Baca juga: Presiden Jokowi Bersama Menko Airlangga Lakukan Groundbreaking Smelter Freeport di Gresik

"Dengan perpanjangan kita minta bahwa harus smelter itu ada satu di papua. Kenapa? Itu menyangkut kedaulatan dan harga diri orang Papua juga, jangan kita ditipu-tipu terus," kata Bahlil kepada wartawan di Kantor BKPM, dikutip Sabtu (1/7/2023).

"Jangan menterinya sebelum orang Papua, sampai menterinya Papua masih ditipu lagi. Mana mau kita ditipu-tipu," lanjutnya.

Meski demikian, Bahlil belum memutuskan pembangunan smelter PT Freeport di Papua. Pasalnya, dia mengaku hal itu harus sesuai studi kelayakan (FS) yang saat ini belum rampung.

Baca juga: Kapolda Papua Tawarkan Uang Tebusan pada KKB Agar Bebaskan Pilot SusiAir, Ini Kata Pengamat Militer

Adapun terkait lokasi smelternya, Bahlil enggan menjawab lebih rinci.

"Jadi tempatnya di mana, udahlah nanti kita lihat FS-nya. FS-nya kan belum. Boleh di Timika, boleh di mana saja. Boleh di Fak-fak, boleh di mana. Tapi kita belum diputuskan di mana," paparnya.

Untuk diketahui, PTFI mendapat perpanjangan IUPK dari pemerintah setelah 2041 dengan syarat pemberian saham 10 persen.

Saat ini pemerintah Indonesia memilik saham PTFI sebanyak 51 persen. Apabila syarat tersebut dipenuhi, maka Indonesia akan memiliki saham sebanyak 61 persen.

Penambahan saham tersebut bertujuan agar eksplorasi emas dan tembaga di Indonesia bisa mencapai 100 persen pada 2052.

 

Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Smelter Freeport Harus Dibangun di Papua, Bahlil: Ini Harga Diri Orang Papua, Jangan Ditipu Terus

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved