Berita Gianyar

Sosok Mahayastra Dimata Gus Gaga Selama Jabat Bupati Gianyar, Ini Kesan Sang Mantan Sekda!

Meski sudah tidak lagi menjabat, Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra, berharap Mahayastra tetap memerhatikan masyarakat Gianyar.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Sementara itu, meski sudah tidak lagi menjabat, Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra, berharap Mahayastra tetap memperhatikan masyarakat Gianyar. Dia menilai sosok Mahayastra selama menjabat Bupati Gianyar mampu menciptakan iklam kondusif di Gumi Seni. 

TRIBUN-BALI.COM Mahayastra, Bupati Gianyar yang telah turun tahta, memiliki citra cukup baik di mata pejabat di Gianyar. 

Meski sudah tidak lagi menjabat, Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra, berharap Mahayastra tetap memerhatikan masyarakat Gianyar.

Dia menilai sosok Mahayastra selama menjabat Bupati Gianyar mampu menciptakan iklim kondusif di Gumi Seni.

"Ke depan akan ada banyak persoalan yang sangat membutuhkan sumbangsih pemikiran tokoh.

Karena itu, saya berharap Pak Agus (Mahayastra) tetap memerhatikan Gianyar meskipun sudah tak menjabat bupati," ujarnya di sela sidang paripurna.

Politikus Demokrat itu mengungkapkan, saat ini saja, masyarakat sedang menghadapi persoalan melonjaknya harga beras sejak beberapa pekan lalu, dari harga HET Rp 12.200 per kilogram (kg) menjadi Rp 14.000.

Baca juga: Mahayastra Tanggapi Soal Lonjakan Beras, Sebut Malah Untungkan Petani di Gianyar

Baca juga: Mahayastra Rancang APBD Induk 2024 Gianyar Sebesar Rp 2,7 Triliun Pada Akhir Jabatannya, Dewan Hadir

Sementara itu, meski sudah tidak lagi menjabat, Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra, berharap Mahayastra tetap memperhatikan masyarakat Gianyar.
Dia menilai sosok Mahayastra selama menjabat Bupati Gianyar mampu menciptakan iklam kondusif di Gumi Seni.
Sementara itu, meski sudah tidak lagi menjabat, Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra, berharap Mahayastra tetap memperhatikan masyarakat Gianyar. Dia menilai sosok Mahayastra selama menjabat Bupati Gianyar mampu menciptakan iklam kondusif di Gumi Seni. (Dokumen Tribun Bali )

 

"Ada banyak warga, baik konsumen pangan berbahan beras hingga pedagang makanan, makin kesulitan karena terdampak harga beras makin melambung," ujarnya.

Gus Gaga memaparkan, masyarakat konsumen juga sedang berhadapan dengan harga kebutuhan lain yang tidak ringan, namun harus dipenuhi. Misalnya bayar air, listrik, BBM, susu untuk bayi, upacara hingga biaya untuk berobat.

"Syukurnya ada BPJS Kesehatan, baik dengan premi pemerintah maupun mandiri masyarakat," katanya.

Menurut Gus Gaga, dampak akibat lonjakan harga beras yang sedang terjadi ini akan kian parah jika tidak segera diatensi, terutama oleh pemerintah.

Oleh karena itu, dirinya sangat berharap Bupati Mahayastra, sekalipun telah menjadi mantan bupati per 20 September 2023, supaya tetap ikut memikirkan persolan masyarakat, dan mencarikan solusi dari setiap lersoalan.

“Saya atas nama pribadi dan lembaga dewan, mohon kepada bupati dan jajaran, dan nanti jadi mantan, untuk ikut memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelas tokoh Griya Kawan, Gianyar, itu.

Mahayastra menyambut baik harapan dari Gus Gaga tersebut. Terkait persoalan lonjakam harga beras, disebut merupakan persoalan nasional.

Menurutnya, langkah yang harus dilakukan dalam menekan inflasi adalah menggelar operasi pasar murah. Namun dikarenakan masa jabatannya sudah berakhir, ia akan menitipkan pesan pada Pj Bupati Gianyar untuk menindaklanjuti.

“Kita akan berikan masukan pada Pj Bupati untuk hal ini. Karena dari dulu kita terbiasa melakulannya. Jadi kita lakukan operasi pasar lewat pedagang-pedagang yang hidup matinya di situ,” kata Mahayastra. (weg)

I Made Agus Mahayastra, Bupati Gianyar Periode 2018-2023
I Made Agus Mahayastra, Bupati Gianyar Periode 2018-2023 (Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari)

 

Sehari menjelang akhir masa jabatannya sebagai Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, melakukan mutasi beberapa pejabat dan melantik ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Gianyar.

Pelantikan serta pengambilan sumpah jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, jabatan pengawas dan fungsional, serta penyerahan SK kepala sekolah negeri ini dilaksanakan di Taman Maheswara Kantor Bupati Gianyar, Selasa (19/9).

Mahayastra melantik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terdiri dari 843 orang guru dan 142 orang tenaga kesehatan (nakes).

Selain P3K, juga dilakukan mutasi pada 11 jabatan pengawas dan fungsional sekolah, 46 kepala sekolah, serta 39 jabatan struktural. Total ada 1.035 orang yang dilantik.

Dari 1.035 orang yang dilantik, empat di antaranya merupakan jabatan pimpinan tinggi pratama. Mahayastra melakukan mutasi empat kepala dinas.

Anak Agung Gde Agung yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga kini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian, dan Keluarga Berencana kini ditempatkan sebagai Kepala Dinas Kebudayaan.

Sementara I Gusti Agung Sri Widiawati yang sebelumnya sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Terakhir I Wayan Wirasa yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia kini menjadi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Selain jabatan pimpinan tinggi pratama, juga dilakukan pengisian jabatan struktural baik jabatan administrator maupun jabatan pengawas serta PPPK guru dan tenaga kesehatan.

Mahayastra mengatakan, pengisian jabatan dilakukan melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan, dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi dan juga kinerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan dilakukan mutasi ini, Mahayastra berpesan kepada seluruh pegawai di Pemkab Gianyar untuk bekerja dengan fokus, solid, dan selalu meningkatkan koordinasi demi terciptanya masyarakat Gianyar yang aman dan sejahtera.

“Di hari terakhir saya bertugas, baik urusan pemerintahan maupun penataan organisasi saya menyiapkan mutasi maupun pengangkatan P3K.

Karena yang namanya pemerintahan sama dengan organisasi yang lain yang selalu memerlukan penyegaran, memberikan apresiasi promosi kepada mereka yang berhasil, dan memberikan sanksi kepada mereka yang tidak bisa melaksanakan tugas ataupun melanggar dari pada kode etik sebagai ASN maupun lainnya,” kata Mahayastra.

Diketahui, dalam pelantikan ini, Mahayastra menurunkan jabatan seorang oknum pejabat di BPBD Gianyar.

Berdasarkan hasil penyelidikan Inspektorat Gianyar, oknum pejabat yang sebelumnya menjabat kepala bidang (kabid) tersebut, disinyalir menyalahi peraturan dalam melakukan tugas. Karena itu dia diturunkan jabatannya menjadi setingkat kepala seksi (kasi).

Mahayastra mengingatkan agar ASN mampu membangun kinerja yang produktif, efektif, efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi di era digital dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Jadi perubahan itu tidak mudah, dulu kalau mengurus sesuatu bisa saja berminggu-minggu, bisa berbulan-bulan. Kalau sekarang di era keterbukaan informasi (mengurus sesuatu) seperti itu, tentu akan mencoreng wajah pemerintahan kita,” ujar Mahayastra, yang bersiap kembali maju sebagai calon bupati pada Pilkada Gianyar 2024.

“Jadi mutasi tidak bisa dijadikan tempat untuk menyenangkan orang, mutasi tidak bisa dijadikan tempat hajatan, mutasi ranah untuk meningkatkan kinerja saudara-saudara, mutasi itu merupakan tempat rakyat untuk mendapatkan peningkatan pelayanan, baik di bidang pendidikan, kesehatan dan bidang-bidang lainnya,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar ini.

Mahayastra resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Gianyar periode 2018-2023 pada 20 September 2023 hari ini. Posisinya digantikan Penjabat (Pj) Bupati Gianyar Dewa Tagel Wirasa, yang dilantik hari ini di Kantor Gubernur Bali.

Sidang Mengharukan

Di hari terakhir masa jabatannya, Mahayastra bersama DPRD Gianyar mengelar sidang paripurna penetapan Rancangan APBD Induk Gianyar Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 2,7 triliun.

Suasana sidang di lantai III Sekretariat DPRD Gianyar itu pun berlangsung haru. Sebab, ini menjadi hari terakhir Mahayastra memimpin sidang sebagai bupati.

Pantauan Tribun Bali, sidang tersebut relatif berbeda dengan sidang sebelumnya. Sebab, baru kali ini semua pimpinan Dewan Gianyar kompak hadir. Mulai dari Ketua DPRD I Wayan Tagel Winarta, Wakil Ketua I Gusti Ngurah Anom Masta, dan Wakil Ketua Ida Bagus Gaga Adi Saputra.

Kekompakan tersebut pun menjadi sorotan Mahayastra. "Baru kali ini saya melihat pimpinan dewan kompak hadir," ujar lalu tersenyum.

Dia pun menjelaskan terkait rancangan anggaran tahun 2024 nanti. Dalam pemaparannya disebutkan bahwa APBD Induk Gianyar 2024, pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 2.78 triliun lebih.

Nilai tersebut berdasarkan asumsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada tahun 2024 direncanakan sebesar Rp 1,6 triliun lebih. Juga berdasarkan Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp 1.1 triliun lebih atau 39.36 persen.

"Rancangan PAD Gianyar di tahun 2024 mengalami peningkatan sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya, yakni dengan peningkatan Rp 279,31 miliar. Peningkatan ini setelah mempertimbangkan potensi riil dan peningkatan perekonomian," ujarnya.

Lebih rinci dijelaskan, struktur PAD didominasi oleh rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan di luar pajak daerah seperti retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain.

Pendapatan di tahun 2024 dari transfer direncanakan sebesar Rp 1.11 triliun lebih, yang bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Transfer Antar Daerah.

Komposisi Belanja Daerah dalam rancangan direncanakan sebesar Rp 2,682 triliun lebih, yang terdiri dari Belanja Operasional sebesar Rp 1,792 triliun lebih, Belanja Modal sebesar Rp 585,593 miliar lebih, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 500 juta dan Belanja Transfer sebesar Rp 303,437 miliar lebih.

Belanja Operasi terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp 815,927 miliar lebih, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 751,526 miliar, Belanja Bunga sebesar Rp 20,4 Miliar, Belanja Hibah sebesar Rp 201,604 miliar lebih dan Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp 3,039 miliar lebih.

Sementara untuk pembangunan, Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp 310,167 miliar lebih, Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi sebesar Rp 140,958 miliar lebih, Belanja Modal Aset Tetap lainnya sebesar Rp 6,804 miliar lebih, dan Belanja Modal Aset lainnya sebesar Rp 492.545 juta lebih atau 0,08 persen.

Surplus anggaran dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 97,985 miliar lebih.

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved