Pilpres 2024
Survei Voxpol Center Research: Mayoritas Publik Ingin Pilpres 2024 Hanya Diikuti Dua Paslon
Hasil Survei terbaru dari lembaga Voxpol Center Research and Consulting menunjukan mayoritas masyarakat ingin Pilpres 2024 hanya diikuti 2 paslon
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hasil Survei terbaru dari lembaga Voxpol Center Research and Consulting menunjukan mayoritas masyarakat ingin Pilpres 2024 hanya diikuti 2 paslon.
Hal ini menunjukan bahwa masyarakat tidak menginginkan adanya 3 paslon.
Hal ini tentu menjadi pernyataan yang tegas mengingat ada 3 calon yang sudah dinyatakan siap menjadi calon presiden di Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengungkapkan paling tidak 56,3 persen masyarakat setuju untuk Pilpres diadakan hanya diikuti 2 paslon.
Baca juga: Pasangan Pilpres 2024, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto Kemungkinan Dapat Restu Megawati
"Mayoritas responden (56,3 persen) menginginkan pilpres cukup diikuti dua pasang kandidat,” kata Pangi Syarwi Chaniago pada Sabtu (23/9/2023).
Sementara itu, 34,9 persen responden menginginkan sebaiknya pilpres diikuti lebih dari 2 pasang kandidat dan 9 persen tidak tahu/tidak menjawab.
Dari responden yang ingin pilpres diikuti lebih dari paslon, sebanyak 50,4 persen beralasan publik ingin mendapatkan pilihan pemimpin yang beragam.
Kemudian 18,1 persen publik beralasan agar pilpres 2024 tidak terjadi konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.
Adapun survei Voxpol dilakukan pada periode 24 Juli hingga 2 Agustus 2023.
Baca juga: Demokrat Merapat ke Prabowo Subianto, Pengamat: AHY Sulit Dapat Posisi Cawapres
Populasi survei ini adalah WNI yang telah mempunyai hak pilih, yakni berusia 17 tahun ke atas (memiliki KTP) atau yang sudah menikah.
Jumlah responden 1.200 orang dengan Margin Error kurang lebih 2,83 persen, dan menggunakan multistage random sampling.
Sampel tersebar secara merata di 34 Provinsi seluruh Indonesia.

3 Kandidat Nama Pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Sosok calon wakil presiden ganjar Pranowo di Pilpres 2024 semakin mengerucut usai AHY dan Ridwan Kamil resmi dicoret.
Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ridwan Kamil dicoret usai kedua partai politiknya memilih untuk mendukung Prabowo Subianto.
Hal ini tentu mengerucutkan sosok calon wakil presiden untuk Ganjar Pranowo menjadi 3 nama saja.
Baca juga: PILPRES 2024! Prabowo Subianto Didukung Demokrat, De Gadjah: Kami Tetap Bekerja Keras
3 sosok yang dinilai paling kuat untuk jadi calon wakil presiden Ganjar Pranowo adalah mantan Panglima TNI Andika Perkasa, Menkopolhukam Mahfud MD hingga Ketua Bapilu PPP Sandiaga Uno.
Namun, Ganjar Pranowo sendiri masih belum bisa memilih siapa calon wakil presidennya nanti.
Saat ditanya awak media soal nama Mahfud MD kini makin menguat mendampingi dirinya, Ganjar menyebut bahwa semua nama itu tengah digodok oleh parpol pendukung.
"Sampai hari ini belum, masih semua digodok ini ada Pak Sekjen (menunjuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto),”
“Ini ada Pak Sekjen (menunjuk Sekjen PPP Arwani Thomafi). Beliau-beliau ini yang hari ini intens saya juga ikut komunikasi juga,”
“Kami semua berembug dan tentu kami sebagai berbincang masalah ini. Sabar," kata Ganjar.
Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode ini juga ditanya soal pertemuannya dengan Mahfud MD beberapa waktu lalu.
Ganjar pun menjawab diplomatis. Dia mengatakan bahwa hampir semua tokoh parpol juga ditemuinya beberapa waktu belakangan ini.
"Dengan Pak Mahfud saya ketemu, dengan Pak Airlangga (Ketum Golkar) dulu ketemu, dengan Cak Imin (Ketum PKB) ada fotonya lagi ketemu, apalagi banyak,”
“Lagi Pak Sandi (Ketua Bapilu PPP) sering bareng," ungkap Ganjar.
Ganjar juga merespons soal usulan PPP yang menyodorkan nama Sandiaga Uno untuk mendampingi dirinya sebagai bakal cawapres.
Menurut dia, usul itu tak dijadikan masalah. Karena, dalam mengurus bangsa perlu kolaborasi yang kuat antar sesama anak bangsa.
"Dari PPP usulin Pak Sandi jadi boleh saja, dengan siapa aja kita komunikasi intens ini kan mengurus negara mau bareng-bareng kan. Jadi kita membuka komunikasi baik dengan kawan-kawan itu," jelas Ganjar.
Ganjar juga menilai, bahwa dalam berpolitik semua masih bisa berubah. Apalagi, belum adanya pendaftaran secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI soal pasangan capres dan cawapres.
Hal itu disampaikan Ganjar menjawab pertanyaan soal usulan dua pasangan calon dan membuka peluang duet dirinya bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Kalau politik itu sebelum nanti ditetapkan di KPU, semua peluang bisa terjadi," terang Ganjar. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Survei Voxpol: 56,3 Persen Responden Ingin Pilpres 2024 Hanya Diikuti 2 Paslon
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.