Bisnis
Bali Akan Galakkan Tanam Bawang Putih, Menyusul Rakernas IV PDIP Soal Kedaulatan Pangan
Berdasarkan hasil kajian DPD PDIP Bali, kata Mahayadnya, bawang putih menjadi salah satu komoditi yang masih diimpor dari luar daerah.
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Pengurus DPD PDIP Bali berencana menggalakkan budidaya bawang putih di Bali. Rencana budidaya bawang putih ini merupakan lanjutan dari Rakernas IV PDIP yang mengangkat tema soal kedaulatan pangan.
Bendahara DPD PDIP Bali Dewa Made Mahayadnya mengatakan, PDIP di daerah diberikan tugas untuk mendata kebutuhan pangan di wilayahnya masing-masing. Pendataan itu dikatakan soal bahan pangan yang surplus maupun minus di wilayah yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil kajian DPD PDIP Bali, kata Mahayadnya, bawang putih menjadi salah satu komoditi yang masih diimpor dari luar daerah.
“Kami diberikan tugas untuk menyisir kira-kira kebutuhan pangan untuk Bali apa yang surplus, apa yang minus. Hasil kajian kami, memang bawang putih yang masih kita ambil dari luar. Yang lain bisa tumbuh,” ungkapnya saat ditemui Tribun Bali di Kantor DPD PDIP Bali, Rabu (4/10).
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali disebut telah berkomunikasi dengan BRIN di daerah. Menurut riset, bawang putih dapat dibudidayakan di Desa Songan, Kintamani, Bangli. “Pemprov Bali berkomunikasi dengan BRIN yang ada di daerah. Menurut riset, ternyata Desa Songan yang ada di Bangli bisa ditanami bawang putih,” imbuhnya.
Baca juga: KPR Subsidi Sasar 180 Ribu Rumah, BTN Proyeksikan Realisasi Tahun Ini
Baca juga: Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Dijadwal Mulai Lagi Awal 2024, Konsorsium Presentasi ke PJ Gubernur Bali

Mahayadnya yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali menuturkan, hasil pembicaraan Rakernas IV PDIP itu akan diteruskan ke Kabupaten/Kota se-Bali. Implementasi soal budidaya bawang putih ini dinilai dapat terlaksana mengingat sejumlah bupati/wali kota di Bali merupakan kader partai berlambang kepala banteng itu.
“Tentu kami akan tuangkan ke rapat kerja daerah. Dimana kami punya bupati/wali kota se-Bali untuk melaksanakan instruksi atau hasil rekomendasi rapat kerja nasional IV,” ujarnya.
Kendati memiliki sejumlah kader yang menjadi bupati/wali kota, pria yang akrab disapa Dewa Jack itu, menyoroti sejumlah hal yang menjadi kendala. Misalnya penjualan pasca panen bawang putih, hingga biaya perawatan.
“Jika petani nanam, dibeli nggak ketika tanaman itu panen? Kedua, menguntungkan nggak? Dari bibit, pupuk, dan segala macam. Itu yang menjadi kajian Pemprov dan DPRD, khususnya kami di PDIP. Bila perlu kita subsidi petani agar mau menanam. Atau kita beli. Itu masih dalam FGD kami di Bali,” kata Dewa Jack.
Seperti diketahui, bakal calon presiden RI 2024, Ganjar Pranowo, menyatakan pemanfaatan teknologi bisa menjadi faktor penentu keberhasilan dalam mengatasi permasalahan hingga mencapai kedaulatan pangan. Hal itu disampaikan Ganjar dalam pidatonya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (29/9).
Rakernas PDIP kali ini mengusung tema "Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia' dengan sub tema 'Pangan Sebagai Lambang Supremasi Kepemimpinan Indonesia Bagi Dunia'.
Awalnya Ganjar meminta semua pihak untuk berhenti melakukan hal yang merugikan, terlebih misalnya illegal fishing yang membuat kerugian negara yang besar. "Mesti kita tarik menjadi kepentingan kita sendiri. Dan kita terus genjot kedaulatan pangan melalui diversifikasi pangan kita yang tadi disampaikan," kata Ganjar.
Ia mengatakan, kedaulatan pangan bisa dilakukan, misalnya dengan memanfaatkan sorgum sebagai pengganti gandum. Pasalnya negara Indonesia sangat kaya dengan sorgum dan itu harus dimanfaatkan. Selain itu, harus dipastikan bahwa tidak ada penyeragaman bahan pangan.
"Biar kan yang makan papeda, makan papeda. Biarkan yang makan tiwul tetap makan tiwul. Dan yang makan beras juga, makan beras. Karena sorgum pun bisa menjadi sumber pangan. Biarkan. Karena itulah sumber pangan yang sangat variatif, yang kita miliki. Negara lain tidak memiliki itu. Biarkan," katanya. (mah/tribunnews)
PUTUS Rantai Kemiskinan, BPJS Ketenagakerjaan Banuspa dan Pemrov Papua Selatan Teken MoU Jamsostek! |
![]() |
---|
HARGA Beras Tembus Rp15.500 Per Kg, Zulhas Sebut Terus Alami Kenaikan |
![]() |
---|
Pengembangan AI di 9 Kota Termasuk Bali, Begini Cara Telkom Melakukannya |
![]() |
---|
ANDRE Taulany Ajak Seluruh Pekerja Indonesia Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan |
![]() |
---|
KLAIM Target Ekonomi Tumbuh 8 Persen Bisa Dicapai? Dari Konsumsi Rumah Tangga & Kunjungan Wisman |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.