Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bisnis

Pengembangan AI di 9 Kota Termasuk Bali, Begini Cara Telkom Melakukannya 

AI Center of Excellence diluncurkan sebagai pusat pengembangan dan kolaborasi kecerdasan buatan, Kamis (28/8/2025).

ISTIMEWA
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, terus berinovasi di tengah tren pertumbuhan AI yang luar biasa. AI Center of Excellence diluncurkan sebagai pusat pengembangan, dan kolaborasi kecerdasan buatan, Kamis (28/8/2025). 

TRIBUN-BALI.COM - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, terus berinovasi di tengah tren pertumbuhan AI yang luar biasa.

AI Center of Excellence diluncurkan sebagai pusat pengembangan, dan kolaborasi kecerdasan buatan, Kamis (28/8/2025).

Direktur IT Digital Telkom Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, AI Center of Excellence disebar di sembilan kota strategis, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Bali, Aceh, Makassar, Labuan Bajo dan Papua. 

Di sembilan kota besar itu, penggunaan AI meningkat pesat mulai dari pemerintahan, enterprise hingga UMKM. Bahkan AI seakan telah menjadi fomo di kalangan mereka. 

Baca juga: MUTASI Akbar Era Bupati Gus Par, 151 Pejabat Karangasem Rotasi, Adik Ipar Bupati Tak Dilantik

Baca juga: 3 HILANG Terseret Arus di Pantai Mengening Cemagi, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Didorong komitmen memenuhi kebutuhan itu, Telkom siap menghadirkan layanan AI melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. 

"Untuk berkolaborasi perlu tempat. Jadi nanti terjadi link and match antara produk dan customer," kata Faisal. 

Dia memaparkan, Telkom akan menjadi penggerak dengan menggandeng seperti teknologi provider, solution provider khusus di bidang AI, startup, pemilik platform AI dan lainnya.

Dalam kerjasama nanti, Telkom akan melakukan customisasi terhadap produk yang dimiliki partner. "Jadi nantinya terjadi link and match produk dan customer," ujar Faisal. 

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menegaskan keseriusan mengembangkan AI untuk meningkatkan produktivitas bagi pelanggan mulai dari pemerintahan, korporat hingga UMKM. 

"Peluang enterprise bisnis masih besar. Saat ini kontribusinya kurang dari 20 persen dari total revenue Telkom grop. Di negara lain, kontribusi enterprise sudah di atas 30-35 persen," ungkap Vera. 
 
Menurutnya, AI memiliki impak besar bagi produktivitas yang dihasilkan, analisa data lebih akurat bahkan membantu pengambilan keputusan dengan lebih baik. 

Apalagi di semua sektor saat ini tengah mekakukan efisiensi. "Sekarang ini kita harus mendorong efisiensi untuk bisa memberikan harga yang affordable di tengah situasi ekonomi dan ekspektasi dari konsumen," ujar Vera. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved