HUT TNI
Ranking 1 Secapa 2005 dan Jago Jurnalistik, Mayor Inf Manupriyana Raih Kartika Eka Paksi Nararya
Berdinas sebagai prajurit TNI selama puluhan tahun tanpa catatan pelanggaran menjadi wujud cinta dan kesetiaan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Berdinas sebagai prajurit TNI selama puluhan tahun tanpa catatan pelanggaran menjadi wujud cinta dan kesetiaan. Hal itulah yang membuat Mayor Infanteri I Gusti Made Manupriyana diganjar penghargaan Kartika Eka Paksi Nararya.
Penghargaan itu diberikan Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Harfendi SIP MSc dalam upacara peringatan HUT ke-78 TNI, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (5/10).
“Penghargaan Kartika Eka Paksi Nararya ini merupakan penghargaan dari Presiden RI melalui Panglima TNI Angkatan Darat. Tentu sangat senang menerima ini, karena ini salah satu penghargaan tertinggi bagi prajurit. Setelah itu Satyalancana Dharma Bantala 30 tahun dan Satyalancana 32 tahun,” kata ayah 3 anak itu.
Baca juga: Selisih 58 Suara Memicu Gugatan, Sonen Ungkap Pelanggaran Pilkades Sangsit
Baca juga: Polda Bali Mohon Maaf ke Masyarakat, Saat KTT AIS Mungkin Ada Kemacetan Lalu Lintas
Sikapnya yang menebar aura positif dengan tidak memiliki catatan buruk selama bertugas 24 tahun lebih juga tidak lepas dari didikan keluarga, di mana ayah dari Mayor Manu ternyata juga seorang TNI. Pria kelahiran Malang, 1 Mei 1974 ini tumbuh dan berkembang di lingkungan asrama TNI yang menempanya menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggungjawab hingga sekarang.
“Saya selalu berupaya menjalankan tugas dan semua perintah sebaik mungkin. Sejak kecil saya tinggal di asrama. Kehidupan saya sudah mengikuti kehidupan militer. Waktu TK SD mengikuti kegiatan anggota. Waktu di Armed (Artileri Medan, Red), saya sering ikut lari pagi, ikut senam,” jelasnya.
Ayah dari Mayor Manu merupakan pensiunan TNI tahun 1990, jebolan Korps Armed 5 Cipanas tahun 1962-1972 dan Armed 1 Singosari Malang serta Bati Tuud Koramil Batu sebelum pensiun tahun 1990.
Selain penghargaan Kartika Eka Paksi Nararia ini, ayah 3 anak ini juga pernah mendapatkan prestasi di bidang Pendidikan saat Sekolah Calon Perwira TNI AD tahun 2005 di Bandung. “Saya mendapatkan peringkat terbaik ranking 1 pendidikan Secapa dari 967 siswa,” ujar alumnus SMAN 1 Lawang, SMPN 3 Singosari dan SDN Candirenggo 4 Singosari ini.
Tak berhenti di situ, meski tak memiliki basic jurnalistik, Mayor Manu yang memiliki jiwa giat dalam belajar ini juga pernah mendapatkan peringkat terbaik saat menjalani Kursus Dikpa Pusat Pendidikan Pengetahuan Militer Umum (Pusdik Pengmilum) di Bandung tahun 2014 dan tercatat sebagai lulusan terbaik dari puluhan siswa di Indonesia.
“Saya bukan basic jurnalistik, saya masuk satuan yang sekarang Pendam IX/Udayana menuntun saya untuk bisa jurnalistik,” tutur Perwira Menengah yang saat ini menjabat Kepala Seksi Tata Usaha Urusan Dalam Pendam IX/Udayana.
Setelah lulus SMAN 1 Lawang, Mayor Manu langsung masuk di Sekolah Calon Bintara (Secaba) Angkatan tahun 1994 di Malang. Pada awal resmi menjadi anggota TNI AD, Mayor Manu bertugas di Batalyon Infanteri 401/Banteng Raider Semarang.
Sejumlah tugas operasi pernah dia jalankan, seperti Operasi Rajawali 1 Timor Timur tahun 1995-1996, operasi teritorial Timor Timur tahun 1997-1998, tahun 1999 bertugas pasca Jajak Pendapat Konflik di Timor Leste dan tahun 2000 bertugas operasi pengamanan daerah rawan di Maluku Utara.
Tahun 2001 masuk ke Aceh dan melaksanakan Operasi Rajawali 1 tahun 2002. Tahun 2003 Mayor Manu pindah ke Bali dan melaksanakan Secapa tahun 2005 dan bertugas di Batalyon Infanteri 900/Raider Satya Bhakti Wirotama. Tahun 2018-2019 bertugas ke satuan teritorial sebagai Komandan Rayon Militer (Danramil) Tabanan, sejak 2019 hingga sekarang bertugas sebagai Kasi Tuud Pendam IX/Udayana.
Di sela kesibukannya berdinas sebagai prajurit TNI, Mayor Manu memiliki hobi olahraga lari. Ia beberapa kali mengikuti event lari, seperti Bhayangkara Run, Udayana Run, Bupati Gianyar Run hingga BPD Bali Fun Run. “Saya lari hobi, sering ikut lari yang 10K, untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan apalagi bertugas sebagai militer,” kata dia. (ian)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/v-sbsb-s-nbedr-a.jpg)