Berita Karangasem
HUTAN di Lereng Gunung Agung Kembali Terbakar, Simak Beritanya!
Kabid Kedaruratan serta Logistik BPBD Karangasem, I Putu Eka Tirtana, mengatakan kebakaran hutan sekitar lereng Gunung Agung terjadi, Selasa (10/10/20
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tiga palinggih dan rumah semi permanen milik penduduk terbakar. Untungnya tidak ada korban jiwa serta luka.
Pemilik hanya mengalami kerugian dikarenakan palinggih, dan rumah tidak bisa diselamatkan dari kobaran api.
Kebakaran lahan juga terjadi di Bukit Kelindang, Br. Kangkang, Desa Kertamandala, Ke. Abang, Kab. Karangasem.
Info di lapangan, yang terbakar yakni hutan lindung. Tak ada korban jiwa dan luka.
Hanya beberapa pohon terbakar. Kebakaran lahan sering terjadi sekitar Sukadana, Tianyar, Baturinggit, serta lainnya.
Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan, 2 daerah rawan ini sangat rawan terjadi kebakaran hutan & lahan di musim kemarau.
Potensi kebakarannya cukup tinggi. Mengingat geografis di Desa Dukuh merupakan daerah kering, dan Pura Gae sering dilalui masyarakat & wisatawan yang hendak naik.
Dari pemetaan BPBD Karangasem, dari 8 kecamatan di Karangasem, 3 kecamatan berpotensi alami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau.
Yakni Kecamatan Kubu, Abang, dan Kecamatan Rendang. Sedangkan kecamatan lain, seperti Selat, Sidemen, Bebandem, serta Manggis, tidak berpotensi.
Pejabat asal Buleleng menambahkan, daerah yang berpotensi jadi kebakaran hutan berada di bagian atas.
Untuk Kecamatan Rendang lokasi daerah berpotensi kebakaran yakni di Puragae, Desa Pempatan.
Kecamatan Kubu ada Desa Ban, Baturinggit, dan Dukuh. Sedangkan Kecamatan Abang, Kedampal di bagian atas.
"Daerah ini memang langganan kebakaran hutan dan lahan. Kemarin sempat mengalami kebakaran hutan dan lahan. Tapi tak ada korban jiwa dan luka.
Hanya masyarakat mengalami kerugian materiil lantaran rumah dan pura hangus terbakar," jelas Arimbawa, sapaan akrabnya.
Made Agus Budiasa, mantan Kadis Perhubungan Karangasem, menghimbau warga waspada & berhati - hati.
Tidak bakar sampah sembarangan di pekarangan serta rumah. Mengingat cuaca di Karangasem kemarau.
Sehingga berpotensi kebakaran."Dari Agustus - Oktober kasus kebakaran 35,"jelas Budiasa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wesdv-erdsbreadfabnheadftnrtf.jpg)