Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

HUTAN di Lereng Gunung Agung Kembali Terbakar, Simak Beritanya!

Kabid Kedaruratan serta Logistik BPBD Karangasem, I Putu Eka Tirtana, mengatakan kebakaran hutan sekitar lereng Gunung Agung terjadi, Selasa (10/10/20

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Petugas KPH Bali Timur melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekitar lereng Gunung Agung, Selasa (10/10/2023). 

TRIBUN-BALI.COM  - Kembali, tragedi kebakaran hutan di sekitar lereng Gunung Agung, Karangasem kembali terpantau. Jumlahnya dua titik.

Yakni sekitar lereng Gunung Agung Pura Gae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, di ketinggian beberapa meter dan di sekitar Desa Dukuh, Kecamatan Kubu di ketinggian 1.000 MDPL.

Kabid Kedaruratan serta Logistik BPBD Karangasem, I Putu Eka Tirtana, mengatakan kebakaran hutan sekitar lereng Gunung Agung terjadi, Selasa (10/10/2023).

Kebakaran hutan di Pura Gae bisa ditangani petugas KPH Bali Timur, dan api dipadamkan. Sedangkan kebakaran di Dukuh belum padam karena lokasinya di atas.

Baca juga: Kejati Bali Segera Rampungkan Berkas Para Tersangka Kasus Dugaan Korupsi SPI Unud

Baca juga: LOWONGAN PPPK Tabanan, Dibutuhkan 1.876 Formasi Guru dan Nakes

Petugas KPH Bali Timur melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekitar lereng Gunung Agung, Selasa (10/10/2023).
Petugas KPH Bali Timur melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekitar lereng Gunung Agung, Selasa (10/10/2023). (Istimewa)

 

"Hutan yang kebakaran di Pura Gae hanya beberapa are. Lokasinya masih bisa di akses petugas. Kalau yang di Dukuh lokasi diketinggian, petugas belum bisa mengakses ke sana. Petugas tetep melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian," ungkap Eka Tirtana, Selasa (10/10/2023).

Kebakaran lahan dan hutan sekitar lereng Gunung Agung Karangasem selama 2 minggu, dari 27 September -10 Oktober 2023, luas lahan hutan lindung yang terbakar diperkirakan sekitar 800 hektare.

Kebakaran ini adalah kasus terbesar sejak 10 tahun terakhir. Sebelumnya, kebakaran terbesar terjadi 2012. Api sampai ke Sebudi.

Luas hutan di sekitar lereng Gunung Agung yang terbakar mencapai 645 Ha lebih. Sesuai hasil penghitungan dari UPT.

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur. Jumlah ini diperkirakan bertambah lantaran kemarau.

Hutan yang terbakar ada di Kecamatan Kubu. Seperti Ban, Dukuh dan Baturinggit. Ditambah hutan area Pempatan.

Selain hutan lindung di lereng Gunung Agung, kebakaran lahan juga ada di beberapa titik di Kecamatan Kubu serta Abang.

Kepala Dinas Damkar Karangasem, Made Agus Budiasa, mengatakan dari Agustus - 3 Oktober 2023 luas lahan terbakar, diperkirakan capai 150 hektare lebih.

Tak ada korban dan luka. Hanya kerugian materiil.

Seperti kasus kebakaran lahan terjadi di Banjar Belong, Desa Ban, Kec. Kubu, Karangasem.

Tiga palinggih dan rumah semi permanen milik penduduk terbakar. Untungnya tidak ada korban jiwa serta luka.

Pemilik hanya mengalami kerugian dikarenakan palinggih, dan rumah tidak bisa diselamatkan dari kobaran api.

Petugas KPH Bali Timur melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekitar lereng Gunung Agung, Selasa (10/10/2023).
Petugas KPH Bali Timur melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekitar lereng Gunung Agung, Selasa (10/10/2023). (Istimewa)

 

Kebakaran lahan juga terjadi di Bukit Kelindang, Br. Kangkang, Desa Kertamandala, Ke. Abang, Kab. Karangasem.

Info di lapangan, yang terbakar yakni hutan lindung. Tak ada korban jiwa dan luka.

Hanya beberapa pohon terbakar. Kebakaran lahan sering terjadi sekitar Sukadana, Tianyar, Baturinggit, serta lainnya.

Kepala BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa, mengatakan, 2 daerah rawan ini sangat rawan terjadi kebakaran hutan & lahan di musim kemarau.

Potensi kebakarannya cukup tinggi. Mengingat geografis di Desa Dukuh merupakan daerah kering, dan Pura Gae sering dilalui masyarakat & wisatawan yang hendak naik.

Dari pemetaan BPBD Karangasem, dari 8 kecamatan di Karangasem, 3 kecamatan berpotensi alami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau.

Yakni Kecamatan Kubu, Abang, dan Kecamatan Rendang. Sedangkan kecamatan lain, seperti Selat, Sidemen, Bebandem, serta Manggis, tidak berpotensi.

Pejabat asal Buleleng menambahkan, daerah yang berpotensi jadi kebakaran hutan berada di bagian atas.

Untuk Kecamatan Rendang lokasi daerah berpotensi kebakaran yakni di Puragae, Desa Pempatan.

Kecamatan Kubu ada Desa Ban, Baturinggit, dan Dukuh. Sedangkan Kecamatan Abang, Kedampal di bagian atas.

"Daerah ini memang langganan kebakaran hutan dan lahan. Kemarin sempat mengalami kebakaran hutan dan lahan. Tapi tak ada korban jiwa dan luka.

Hanya masyarakat mengalami kerugian materiil lantaran rumah dan pura hangus terbakar," jelas Arimbawa, sapaan akrabnya.

Made Agus Budiasa, mantan Kadis Perhubungan Karangasem, menghimbau warga waspada & berhati - hati.

Tidak bakar sampah sembarangan di pekarangan serta rumah. Mengingat cuaca di Karangasem kemarau.

Sehingga berpotensi kebakaran."Dari Agustus - Oktober kasus kebakaran 35,"jelas Budiasa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved