Berita Gianyar

Viral Video Beras Plastik, Disperindag Gianyar Sebut Hoax

Belakangan ini, beredar sejumlah video terkait dugaan beras plastik yang beredar di pasaran.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
BBC
Ilustrasi Tumpukan karung berisi beras plastik yang masing-masing seberat 25 kilogram. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Belakangan ini, beredar sejumlah video terkait dugaan beras plastik yang beredar di pasaran.

Dimana tekstur beras plastik tersebut kenyal, berbeda pada beras pada umumnya. Hal tersebut pun meresahkan masyarakat di tengah mahalnya harga beras.

Terkait kondisi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, telah melakukan penelusuran.

Sejauh ini, tidak ditemukan adanya beras demikian di Gianyar. 

Kabid Perdagangan Pengawasan Pasar, Disperindag Gianyar, Henny Sriwahju,  Jumat 13 Oktober 2023 mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya video yang beredar di media sosial.

Kata dia, selain Disperindag Gianyar, penelusuran atas dugaan adanya beras mengandung plastik yang diklaim ditemukan oleh warganet di Sumatera Utara, juga dilakukan oleh pemerintah pusat.

"Soal video beras plastik, Disperindag Kabupaten/Kota se Bali langsung melakukan koordinasi dengan Disperindag Provinsi. Hal ini guna menelusuri kebenaran video beras plastik tersebut. Hasilnya, video tersebut hoax, dan pada kemasan merk dalam video setelah ditelusuri tidak ditemukan beras plastik, itu hoax," ujar Sriwahju.

Pihaknya pun meminta masyarakat di Kabupaten Gianyar, tidak resah terhadap video tersebut.

Sebab, Disperindag Gianyar setiap hari melakukan monitoring ke Pasar Rakyat Gianyar, pasar kecamatan dan pasar desa.

Pihaknya juga sudah melakukan pemantauan di gudang beras distributor Kabupaten Gianyad.

Baca juga: Pengurus Baru TP PKK Gianyar Dilantik Pj Bupati Gianyar

Baca juga: The Land of Art, Rasakan Energi Seni Kontemporer di The Apurva Kempinski Bali

Sampai saat ini belum ditemukan adanya beras plastik masuk Bali.

"Belum ditemukan masuk ke Bali, apalagi ke Gianyar. Dan harapan kami beras plastik atau palsu tidak pernah ada," harapnya.

Diharapkan, para pedagang khususnya komoditi beras tidak tergiur dengan membeli beras dari distributor tertentu dengan harga murah.

"Begitu pula, kalau konsumen menemukan beras yang aneh, segera dilaporkan agar segera ditindaklanjuti," tegasnya.

Sriwahju menegaskan, meskipun kecil kemungkinan adanya beras mengandung plastik.

Namun ia tetap meminta agar masyarakat waspada. Karena hal-hal kecil menyangkut beras akan menjadi perhatian nasional.

"Tetap waspada, jika ditemukan ada beras yang aneh, segera informasikan pada kami," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved