TPA Suwung Kebakaran

Rumah Arya Wibawa Dikepung Asap! Kebakaran TPA Suwung Sebabkan Kadar SO2 dan CO Lebihi Baku Mutu

Pihaknya menambahkan, ada beberapa masyarakat yang mengeluhkan sesak napas. Dan laporan tersebut pun sudah langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan.

|
Istimewa
TINJAU TPA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi SIP MSc  saat meninjau langsung TPA Suwung, Denpasar, Senin (16/10). Pangdam menyebutkan, perlu upaya yang lebih keras dalam memadamkan kebakaran TPA Suwung.  

TRIBUN-BALI.COM  - Asap kebakaran TPA Suwung mengepung wilayah yang berada di sekitarnya. Beberapa wilayah saat siang hari terdampak asap yakni Pedungan, Sesetan dan Pemogan. Sementara saat sore hari hingga malam, dengan angin yang kencang asap sampai ke Sunset Road termasuk Canggu, Kuta Utara, Badung.

Tak hanya itu, rumah Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa juga turut dikepung asap. Apalagi, jarak TPA Suwung dengan rumah Wakil Wali Kota Denpasar hanya 500 meter. Hal tersebut diakui langsung oleh Arya Wibawa saat diwawancarai di Gedung DPRD Kota Denpasar seusai rapat paripurna, Senin (16/10).

“Saya juga terdampak karena rumah saya hanya 500 meter dari TPA Suwung, tapi astungkara Dinas Kesehatan sudah melakukan antisipasi dengan melakukan screening kesehatan, termasuk membagikan masker,” katanya.

Pihaknya menambahkan, ada beberapa masyarakat yang mengeluhkan sesak napas. Dan laporan tersebut pun sudah langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan. Dia menambahkan, sampai saat ini pengungsi masih 63 orang.

Semua pengungsi tersebut memiliki KTP luar Bali dan berprofesi sebagai pemulung di TPA Suwung. “Kami masih lakukan treatment selama satu hari ke depan. Kalau masih terjadi kebakaran kami berencana pulangkan mereka ke daerah asal,” katanya.

Saat ini pengungsi tersebut masih berada di kantor Kelurahan Serangan. Sementara itu, terkait pemadaman, saat ini masih menggunakan pola dari darat dan udara. Terbaru, digunakan 6 alat injeksi untuk langsung memasukkan air ke dalam sampah. "Namun mengingat luasnya kawasan terbakar sampai 14 ha, 6 alat injeksi masih kurang, tapi dengan kolaborasi kami berharap bisa segera teratasi,” katanya.

Selain itu, sekitar 17 armada pemadam kebakaran dan water cannon dari Denpasar, Badung dan Gianyar masih tetap dikerahkan. Dua helikopter BNPB juga masih terus melakukan water bombing. “Kami juga lakukan isolasi kawasan, lakukan pengerukan dengan alat berat kemudian siram. Mobil pemadam stay di lokasi, dan untuk suplai air dikirim melalui mobil tangki,” katanya.

Baca juga: Menyesal Edarkan Sabu-sabu, Ridwan dan Ahmad Mohon Keringanan Hukuman

Baca juga: Luas Lahan Gunung Agung Yang Terbakar Capai 745 Hektare

Walikota Jaya Negara saat mengawasi metode Injeksi Air di Kawasan TPA Suwung, pada Senin (16/10).
Walikota Jaya Negara saat mengawasi metode Injeksi Air di Kawasan TPA Suwung, pada Senin (16/10). (Istimewa)

Dinas ESDM Provinsi Bali sebelumnya telah mengambil sampel udara di sekitar TPA Suwung untuk diuji  di laboratorium. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, IB Setiawan membeberkan hasil pengujian udara di sekitar TPA Suwung. “SO2, CO melebihi baku mutu sedangkan partikulat di udara meningkat. Sehingga disarankan untuk gunakan masker dan minum air putih yang cukup serta batasi aktivitas,” jelas Setiawan, Senin (16/10).

Untuk memadamkan api di TPA Suwung ini, selain melibatkan puluhan armada damkar, tampak juga mobil water canon milik Polri juga ikut lalu lalang. Sementara itu juga helikopter yang melakukan water bombing untuk memadamkan amukan si jago merah. Dari informasi sebelumnya, kebakaran itu dipicu gas metana yang meledak akibat cuaca panas. Kemudian, sampah kering yang ada di atas terbakar, dan ditambah dengan tiupan angin kencang.

“Saya dari pagi melakukan pemadaman, dan baru istirahat pukul 13.00 Wita.  Untuk helikopter yang kecil itu mampu mengangkut air 800 liter sekali jalan, sedangkan helikopter yang besar 1.000 liter,” ujar seorang pilot helikopter di Lapangan Serangan.

Hingga sore kemarin, petugas masih berjibaku untuk memadamkan api di TPA Suwung ini. Informasi di lapangan menyebut, titik kedalaman api mencapai 30 meter, sehingga menyulitkan untuk dipadamkan. Diprediksi, penanganan kebakaran ini bakal memakan waktu hingga dua minggu ke depan.

Kalaksa BPBD Bali, Made Rentin meralat, TPA Suwung yang saat ini digunakan sebagai tempat pembuangan sampah seluas 12 ha. “Total luas TPA Suwung awalnya 32 ha, dan 20 ha sudah dialihkan untuk dihijaukan. Sisa untuk TPA adalah 12 ha, dan itu yang terbakar,” jelasnya.

Rentin juga mengungkapkan, tumpukan sampah mencapai 30 -35 meter. “Jadi disemprot air di atas, di dalamnya belum tentu padam. Oleh karena itu, dilakukan dengan menggaruk sampah untuk mendapatkan api sekam yang ada di dalamnya,” ungkapnya.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi SIP MSc meninjau TPA Suwung, Senin (16/10), bersama Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Dandim 1611/Badung, Kapolresta Denpasar, Wali Kota Denpasar, Kalaksa BPBD Prov Bali dan Kepala UPT Pengolahan sampah TPA Suwung.

Pangdam menilai, kebakaran yang terjadi sudah berjalan cukup lama, perlu upaya lebih untuk memadamkan api kebakaran di TPA tersebut. Berbagai upaya sudah dilakukan, seperti pengerahan mobil pemadam kebakaran, helikopter bahkan saat ini sampai menggunakan injeksi, tetapi api belum bisa dipadamkan. Kedalaman titik panas api mencapai 7-8 meter dari permukaan tumpukan sampah.

Wali Kota Denpasar  I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, pihaknya sudah dibantu alat berat oleh kementerian guna mengeruk sampah sampai ke bawah untuk disiram dengan air damkar. "Penanganan yang kita lakukan membuat petak-petak agar api tidak menjalar ke mana mana. Kita juga sudah menggunakan bahan flame freeze untuk memadamkan api. Nantinya kita gunakan busa tersebut hanya dengan kedalaman sampai 1,5 meter," jelasnya. (sup/sar/ian)

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi, S.I.P., M.Sc  saat meninjau langsung TPA Suwung - Hampir Sepekan Kebakaran TPA Suwung, Pangdam IX/Udayana Kerahkan TNI Bantu Atasi Kebakaran
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi, S.I.P., M.Sc saat meninjau langsung TPA Suwung - Hampir Sepekan Kebakaran TPA Suwung, Pangdam IX/Udayana Kerahkan TNI Bantu Atasi Kebakaran (Dok. Pendam IX/Udayana)

 

DPRD Apresiasi Penanganan

TPA Suwung terbakar sejak, Kamis (12/10). Proses pemadaman masih dilakukan oleh tim pemadam kebakaran. Terkait kebakaran tersebut, anggota DPRD Kota Denpasar, Emiliana Sri Wahjuni mengapresiasi pemerintah dalam menangani kebakaran TPA Suwung ini.

Emiliana berharap, kebakaran di TPA Suwung bisa segera dipadamkan. Dia pun mengatakan, sisi positif yang bisa diambil dari kebakaran ini yakni sebagai latihan.
"Ini bisa menjadi latihan sebelum TPA Suwung ditutup secara permanen," kata Emiliana saat membacakan pandangan umum Fraksi Nasdem-PSI saat Rapat Paripurna di DPRD Kota Denpasar, Senin (16/10).

Pihaknya pun berharap agar TPST maupun TPS3R bisa bekerja secara optimal. Selain itu, semua pihak juga bahu membahu menangani sampah dimulai dari elemen terbawah. Dengan demikian, permasalahan sampah di Denpasar bisa teratasi dan masyarakat siap jika TPA Suwung ditutup.

Hal senada juga disampaikan oleh I Gusti Made Namiartha dari Fraksi PDI Perjuangan. Pihaknya mengaku prihatin dengan kebakaran yang terjadi di TPA Suwung. Terkait dengan rencana penutupan TPA Suwung, pihaknya berharap agar TPST dan TPS3R bisa bekerja secara optimal.

"Seiring rencana TPA Suwung ditutup, kami berharap pengelolaan TPS3R dan TPST dapat berjalan baik," katanya. (sup)

 

Sampah Meluber di Beberapa Depo

PENGANGKUTAN sampah di Kota Denpasar kini terganggu akibat adanya kebakaran di TPA Suwung. Pasalnya dalam sehari, sampah dari Denpasar yang dibawa ke TPA Suwung mencapai 104 truk. Sehingga saat ini mengalami keterlambatan pengangkutan dan sampah mulai meluber di beberapa depo sampah. Beberapa depo sampah yang sempat meluber yakni depo sampah di Lumintang, Jalan Pulau Kawe, dan TPS Pulau Seram.

Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pihaknya pun melakukan permohonan pembuangan sampah ke TPA Temesi Gianyar dan TPA Mandung Tabanan. “Untuk ke TPA Temesi kami diizinkan mengirim 50 truk sampah per hari,” katanya, Senin (16/10). Pihaknya meminta maaf kepada masyarakat jika di beberapa titik terjadi penumpukan sampah.

Sementara itu, TPA Temesi Gianyar terbakar, Senin (16/10) pukul 02.00 Wita. Kebakaran yang terjadi di TPA Temesi ini cukup ironi. Sebab, sebelumnya TPA Temesi dikategorikan aman, sehingga sejak Sabtu (14/10), 50 truk sampah dari Kota Denpasar dikirim ke sana. Terkait kebakaran di TPA Temesi ini, diduga oleh gas metana di bawah gunung sampah.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, kawasan yang terbakar di TPA Temesi sekitar 3 are. Namun pukul 10.59 Wita, kondisi TPA telah terkendali. Sebab di awal terbakar, sebanyak dua unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran dengan 12 personel langsung ke TKP untuk memadamkan api.  Kepala DLH Gianyar, Ni Made Mirnawati mengatakan, sebelum terjadi kebakaran, pihaknya memang menugaskan petugas untuk berpatroli. Saat petugas patroli sekitar pukul 02.00 Wita, petugas menemukan api berkobar di areal TPA.

Meskipun kebakaran di TPA Temesi masih dalam tahap pendinginan. Namun truk sampah masih bisa membuang sampah ke TPA milik Pemkab Gianyar tersebut. Kepala DLH Gianyar mengatakan, pihaknya masih menerima kiriman 50 truk sampah dari Kota Denpasar dan sejumlah truk sampah dari sejumlah desa di Kabupaten Gianyar. Hanya saja, titik pembuangan digeser ke sisi utara atau relatif jauh dari lokasi kebakaran.

Kepala Dinas Damkar, I Made Watha mengatakan, sampai saat ini anggotanya masih melakukan pendinginan di TPA Temesi. Dalam, mengantisipasi kebakaran susulan karena tingginya tumpukan sampah, pihaknya masih menyiagakan satu unit mobil damkar di TKP.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Badung mulai kelimpungan dalam menangani sampahnya sendiri. Pasalnya setelah TPA Suwung terbakar, tidak ada lagi yang diizinkan membuang sampah ke TPA itu. Selama ini Pemkab Badung banyak membuang sampah ke TPA Suwung. Pasalnya beberapa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dibangun yakni TPST Mengwitani dan TPST SAMTAKU Jimbaran belum maksimal menangani sampah.

Proses pemadaman api di TPA Suwung, Sabtu, 14 Oktober 2023 siang.
Proses pemadaman api di TPA Suwung, Sabtu, 14 Oktober 2023 siang. (Tribun Bali/Putu Supartika)

Menyikapi hal itu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengaku Badung kini sudah memiliki TPST dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Pihaknya akan merampungkan semua TPS3R yang ada di Badung untuk menangani sampah. "2024 kita akan tuntaskan semuanya dalam penanganan sampah di Badung," jelasnya, Senin.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, AA Gede Dalem, Senin, mengatakan, terbakarnya TPA Suwung menimbulkan dampak besar bagi pengelolaan sampah Kabupaten Badung. Sejak TPA terbakar, total 750 ton sampah yang tidak bisa dibawa ke TPA Suwung karena pihaknya mengaku ada 250 ton sampah yang dibuang ke TPA Suwung setiap hari.

Sementara itu, TPA Mandung Tabanan kini berstatus darurat. Sehingga Pemerintah dan TNI/Polri kini bertemu membahas masalah ini. Penetapan status ini sejak Minggu (14/10) hingga 14 hari ke depan. Di sisi lain, terkait dengan pengendalian api, sudah hampir 75 persen tertangani.

Sekda Tabanan, I Gede Susila mengatakan, dengan status ini, harus ada kebencanaan yang ditangani dengan segera. Dan langkah-langkah itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Forkopimda.

Aparat TNI/Polri menawarkan apa yang bisa dilakukan. Jadi dari semua pihak, sambungnya, menyarankan untuk membentuk Posko, yakni sebagai pusat informasi dan pemberitahuan. Misalnya ada yang diungsikan maka sudah disiapkan atau diantisipasi, yakni dengan dibentuk posko di wantilan desa Kukuh sebelah dari TPA di Desa Mandung. Pihaknya juga mengecek di lapangan apakah ada warga yang terdampak sejak kebakaran terjadi. (sup/weg/gus/ang)
 
 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved