Bisnis
Harga Cabai Naik Dua Kali Lipat Dalam Tiga Hari di Bangli, Simak Alasannya!
Harga cabai rawit merah kembali meroket. Dalam tiga hari saja, harga salah satu bumbu dapur itu telah menyentuh dua kali lipat.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Harga cabai rawit merah kembali meroket. Dalam tiga hari saja, harga salah satu bumbu dapur itu telah menyentuh dua kali lipat.
Seperti diungkapkan salah satu pedagang di Pasar Kidul Bangli, bernama Ni Komang Tri, Rabu (18/10/2023). Dikatakan dia, tiga hari sebelumnya harga cabai rawit merah masih berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.
Namun setelah hanya harga terus berangsur naik hingga kini menyentuh Rp 60 ribu per kilogram.
"Rp 60 ribu ini untuk yang kualitas super. Kalau yang campuran Rp 50 ribu per kilo," ucapnya sembari menjelaskan campuran artinya cabai rawit merah dicampur dengan rawit kuning kehijauan.
Baca juga: Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar Pranowo, PSI Bali Ucapkan Selamat, Selebihnya Tunggu Keputusan DPP
Baca juga: Harga Beras Di Tingkat Penggilingan Naik Jadi Rp 13.200
Menurut Komang Tri, melonjaknya harga cabai rawit di pasar tradisional akibat dari kemarau panjang, sehingga produksi cabai di tingkat petani mengalami penurunan.
Sementara permintaan cabai masih tergolong tinggi. "Terlebih saat ini musim upacara keagamaan Hindu. Sehingga permintaan cabai semakin melonjak," kata dia.
Akibat harga cabai yang kini naik dua kali lipat, para konsumen pun memilih mengurangi konsumsi cabai. Imbasnya para pedagang mengalami penurunan omzet.
Seperti dikatakan pedagang lain bernama Ni Wayan Sutriasih. Ia yang biasanya menjual cabai hingga 10 kilogram sehari, kini hanya laku 5 kilogram akibat harga cabai tinggi.
"Pembeli biasanya beli cabai seperempat hingga setengah kilo. Tapi sejak harga naik ini, pembeli memilih hanya beli Rp 5 ribu," ucapnya.
Selain cabai, Sutriasih mengaku beberapa jenis sayuran juga mengalami kenaikan harga. Seperti kubis dari harga Rp 5 ribu per kilogram menjadi Rp 8 ribu per kilogram.
"Selain itu buncis juga mengalami kenaikan. Dari harga Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 12 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/saw-vsde-bdrn-bfrgtn.jpg)