Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Bali Status Darurat 14 Hari, Bahaya Kebakaran dan 3 Kecamatan 94 Hari Tanpa Hujan

Kebakaran dan kekeringan yang terjadi belakangan ini di Bali mendorong Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya

Tayang:
Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Sang Made Mahendra Jaya, PJ Gubernur Bali.  

Pemadaman kebakaran di TPA Suwung makin dimaksimalkan. Dan kini, kondisi kebakaran semakin menurun dan kepekatan asap pun menurun. Bahkan, kini asap TPA Suwung pun sudah berwarna putih dan tersisa di bawah 50 persen.

Selain menggunakan metode yang telah diterapkan sebelumnya, upaya pemadaman dengan air hujan juga terus dilaksanakan. Guna mendukung hal tersebut, Pemkot Denpasar mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor : 364/1859/Satpol PP Tahun 2023. SE tersebut mengatur tentang penghentian sementara penggunaan lampu laser/lampu sorot pemecah awan/meniadakan hujan hingga 25 Oktober dan ditandatangani Wali Kota Denpasar.

Kasat Pol PP Kota Denpasar, AA Ngurah Bawa Nendra menjelaskan, SE ini diterbitkan dalam rangka mendukung percepatan penanganan kebakaran di TPA Suwung.

Hal ini lantaran dengan turunnya hujan diharapkan akan lebih cepat memadamkan titik api. Dikatakannya, SE berlaku sejak 18 Oktober 2023 sampai 25 Oktober 2023 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penanggulangan darurat bencana.

"Kepada pelaku usaha dan masyarakat untuk menghentikan sementara penggunaan lampu laser/lampu sorot yang berfungsi untuk memecah awan/meniadakan hujan untuk kegiatan upacara agama/adat, hajatan perkawinan, event dan kegiatan lainnya," ujarnya.

Dijelaskannya, penghentian sementara penggunaan lampu laser/lampu sorot sebagaimana dimaksud bertujuan mempercepat turunnya hujan. Hal ini utamanya secara khusus di wilayah tanggap darurat bencana kebakaran dalam rangka penanggulangan kebakaran di TPA Suwung Kota Denpasar.

Area hutan lereng Gunung Agung kembali terbakar, Kamis  (19/10/2023).

Api berada di  beberapa titik di bagian timur, tepatnya diatas Br. Buana Kusuma, Dukuh, Kecamatan Kubu.

Kobaran api cukup jauh dari pemukiman penduduk. Api diperkirakan naik ke puncak Gunung Agung.
Area hutan lereng Gunung Agung kembali terbakar, Kamis  (19/10/2023). Api berada di  beberapa titik di bagian timur, tepatnya diatas Br. Buana Kusuma, Dukuh, Kecamatan Kubu. Kobaran api cukup jauh dari pemukiman penduduk. Api diperkirakan naik ke puncak Gunung Agung. (Istimewa)

Bawa Nendra mengatakan, pengawasan pelaksanaan edaran ini dilakukan Satpol PP Kota Denpasar, Camat, Perbekel/Lurah serta Komando Penanggulangan Bencana Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Suwung Kota Denpasar. Diharapkan dengan turunnya hujan, penanganan dapat dilaksanakan lebih cepat dan dapat mendukung optimalisasi penanganan yang saat ini sudah berlangsung baik melalui darat dan udara.

"Dengan turunnya hujan proses pemadaman dapat dioptimalkan, dan dengan berbagai langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan penanganan kebakaran di TPA Suwung. Ini adalah upaya-upaya kita untuk bersama-sama mendukung penanganan musibah ini, sehingga semua pihak kami harapkan untuk maklum," ujarnya.

Wali Kota Jaya Negara juga mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan siapa yang bisa menurunkan hujan di TPA Suwung akan diberi hadiah tiket liburan ke Singapura. Pernyataan tersebut diungkapkan Jaya Negara saat memimpin jumpa pers terkait D’Youth Fest 3.0 di Gedung Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Selasa (17/10). Menurutnya, pernyataan tersebut hanyalah candaan atau joke yang dilontarkan kepada wartawan yang hadir.

Seusai mengikuti Rapat Koordinasi di Kantor Gubernur Bali, Kamis (19/10), Jaya Negara menjelaskan, tidak ada maksud menggelar sayembara. Pernyataan yang disampaikannya tersebut merupakan ruang tertutup yang dikhususkan untuk media yang hadir. (sar/sup)

Banyak TPA, Tapi Belum Optimal

TEMPAT-tempat pengelolaan sampah yang sudah dibuat pemerintah di Bali tidak berjalan dengan baik. Selain Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), padahal Bali juga telah membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R). Idealnya, pemilahan sampah dari sumber bisa mengurangi volume sampah secara drastis.

“Kenapa? Karena yang kita produksi RDF (Refuse Derived Fuel) dan RDF-nya masih tidak karena Bali ini island (pulau) sementara offtaker-nya ada di Jawa. Jadi biaya logistiknya lebih mahal daripada biaya harganya. Jadi itu belum ketemu,” kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana di Kementerian Bappenas (Kementerian/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Ervan Maksum, Kamis (19/10).

Berkaca dari kasus TPA Suwung, Ervan menambahkan, TPST harus cepat didorong untuk offtaker-nya. Disamping itu, ia meminta masyarakat agar dapat memilah sampah dari sumber. Pasalnya, 70 persen sampah di Bali merupakan sampah organik. Pihaknya pun menginisiasi untuk dilakukannya peremajaan tanah. “Jadi kita ada dua produk di TPST. Pertama kompos dan kedua RDF. Kompos ini kita banyak lahan yang harus kita remajakan. Itu butuh pembiayaan dan kerjasama untuk mereboisasi,” jelasnya.

Disinggung terkait target penutupan TPA Suwung, pihaknya menyampaikan, mesin compresing di Denpasar dan Mengwi mesti diperbaiki terlebih dahulu. Pihaknya meyakini tidak sampai tiga bulan karena offtaker-nya sudah ada. Menurutnya, TPA Suwung sebetulnya sangat siap ditutup karena instrumen dari bawah TPS3R yang dibuat cukup banyak. Selain itu, TPST juga akan dibuat di Gianyar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved