Berita Tabanan

Dek Wita Kaget, Sejak 1982 Jadi Nelayan Baru Kali Ini Kabut Tebal Selimuti Laut Tabanan

Dek Wita Kaget, Sejak 1982 Jadi Nelayan Baru Kali Ini Kabut Tebal Selimuti Laut Tabanan

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
Istimewa
Kabut Tebal Selimuti Laut Tabanan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kabut tebal tiba-tiba muncul di perairan atau laut Tabanan. Hal itu pun membuat kaget para nelayan di Tabanan.

Salah satunya ialah Ketua Kelompok Nelayan Tabanan, Kadek Wita.

Dek Wita menuturkan, bahwa sejak 1982 silam sebagai nelayan.

Baru kali ini muncul kabut tebal yang menyelimuti perairan Tabanan.

Terutama pada Minggu 22 Oktober 2023 kemarin, yang membuat nelayan harus berdiam diri di tengah laut.

Sedangkan pada Senin 23 Oktober 2023, kabut sudah tidak terlalu pekat sehingga membuat nelayan mampu untuk berpindah tempat mencari ikan.

“Kemarin dan tadi, kemarin lebih keras di tengah laut gak bisa melihat. Bisa melaut tapi diam saja. Kabut luar biasa. Hawa dingin juga. Sejak saya jadi nelayan tahun 82, baru kali ini ada kabut seperti ini,” ucapnya Senin 23 Oktober 2023 kepada Tribun Bali.

Dek Wita menuturkan, bahwa perkiraan kabut mulai muncul sejak pukul 05.00 Wita pagi atau pukul 06.00 Wita. Dan akan berlangsung hingga pukul 10.00 Wita dan pukul 10.30 Wita berangsur hilang.

“Jam 1/2 11 itu dah, baru kelihatan matahari,” ungkapnya.

Dek Wita mengaku, bahwa kabut tebal tidak menganggu aktivitas menangkap ikan.

Hanya saja, setelah usai menebar jaring maka tidak akan bisa berpindah ke tempat lain lagi.

Dan diakuinya, kabut tebal di tengah laut itu cukup mengerikan.

Jarak pandang terhalang, dan membuat nelayan hanya berdiam ketika jaring usai ditebar.

“Pandangan sudah tidak bisa melihat. Kabut ya ada itu tiba-tiba jam enam naik kapal, di tengah laut tebal. Perkiraan dari bibir ke tengah laut sekitar satu setengah kilo. Teman datang, sampai tidak kelihatan. Jadi semua nelayan diam. Gelap,” ungkapnya lagi.

Baca juga: Festival Loloan Jaman Lame Ajak Masyarakat Nostalgia ke Loloan Tempo Dulu

Ia menambahkan, untuk melaut nelayan masih mendapat ikan. Khususnya dirinya, masih dapat membawa ikan paling tidak 20 sampai 30 kilo.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved