Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Pemerintah Diminta Segera Perbaiki Jalan Amblas di Sidemen, Warga Desa Harus Putar Jalan 1-2 Jam

Sudah 3 Bulan, Pemerintah Diminta Segera Perbaiki Jalan Amblas di Sidemen, Warga Desa Harus Putar Jalan 1-2 Jam

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Kondisi jalan amblas di Kecamatan Sidemen, Karangasem, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Sudah 3 bulan lamanya sejak Juli 2023 akses jalan di kecamatan Sidemen, Karangasem, Bali yang amblas tergerus akibat hujan deras hingga kini belum ada tanda-tanda diperbaiki oleh pemerintah setempat. 

Akses jalan tersebut menghubungkan dua kabupaten antara Karangasem dan Klungkung, di sana terdapat puluhan banjar dari 3 desa yang terkendala mobilitasnya karena jalan rusak. 

Adapun tiga desa tersebut meliputi Desa Tangkup, Wisma Kerta dan Sangkan Gunung yang berada di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem.

"Sejak beberapa bulan jalan dari arah Apet, Kabupaten Klungkung ke timur menuju Sidemen, Kabupaten Karangasem tidak bisa dilalui kendaraan roda empat karena badan jalan putus akibat debit air Sungai Unda meluap imbas hujan tiada henti selama beberapa hari, sejak tiga bulan lalu, tepatnya 7 Juli 2023 lalu," kata Ketua Pokdarwis Subak Umajero Sidemen, I Gede Apriantara dalam keterangannya, pada Rabu, 25 Oktober 2023 malam.  

Gede menyampaikan bahwa sejak rusaknya jalan penghubung Karangasem-Klungkung memberikan dampak signifikan pada sektor pariwisata yang mengakibatkan pendapatan menurun drastis. 

Apalagi akses jalur Sidemen banyak terdapat desa wisata, villa dan akomodasi pariwisata yang mendukung perekonomian masyarakat setempat. 

Selain sektor pariwisata, mayoritas warga yang merupakan petani juga terkena dampak akibat jalan amblas yang belum ditangani pemerintah.

Bahkan, pengiriman hasil pertanian dan perkebunan terganggu sehingga warga terpaksa tidak bisa langsung menuju pasar. 

Warga pun terpaksa harus memutar sejauh puluhan kilometer melalui dua jalur melalui Muncan dan Sidemen yang memerlukan waktu yang lebih lama, sekitar 1 hingga 2 jam perjalanan untuk tiba di lokasi.

"Tentu saja jalan jebol ini sangat berdampak besar bagi kami yang bergerak pada sektor pariwisata. Para wisatawan enggan berwisata ke Sidemen, karena jalan penghubung putus," kata dia.

"Demikian pula, bagi petani berdampak buruk, karena pengiriman hasil panen harus memutar untuk dibawa ke pasar, perlu waktu 1-2 jam perjalanan. Padahal jika akses jalur ini lancar cuma perlu waktu 5 menit saja ke lokasi," sambungnya. 

Ia menuturkan, keluhan tidak jauh beda juga disampaikan sejumlah tokoh masyarakat di tiga desa terdampak, diantaranya Desa Tangkup, Wisma Kerta dan Sangkan Gunung. 

Pemerintah diminta segera turun tangan untuk melakukan perbaikan jalan amblas lantaran akses jalan tersebut merupakan jalur alternatif tercepat dari daerah Sidemen menuju arah Kabupaten Klungkung.  

Baca juga: 1007 Rejang Sutri Witala Iring Prosesi Melaspas Pura Jagatnatha Denpasar


"Tentu sangat terasa sekali, terutama kendaraan mobil tidak bisa lewat yang harus memutar keliling dua jalur, yaitu Muncan dan Sidemen dengan jarak lebih jauh lagi,"  tuturnya. 

"Hanya jalan alternatif ini terdekat sehingga perekonomian juga tersendat tidak bisa membawa barang pembangunan dan juga wisatawan  enggan kesini, karena akses jalan terputus," sambung Gede. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved