Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Jembrana

Polisi Periksa 5 Orang Kasus Keracunan, Enam Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium  

Direktur RSU Negara, dr Ni Putu Eka Indrawati mengaku terus memantau kondisi pasien yang masih dirawat karena perlu pengawasan khusus.

ISTIMEWA
KERACUNAN MAKANAN - Satreskrim Polres Jembrana saat menyerahkan sampel makanan ke petugas Dinas Kesehatan Jembrana, Selasa (31/10). Dua orang yang masih menjalani rawat inap, satu di antaranya harus dirujuk ke RSU Negara karena kondisinya mengalami dehidrasi. 

TRIBUN-BALI.COM - Kasus keracunan makanan terhadap 52 warga Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, masih dalam penyelidikan. Enam sampel makanan yang disantap warga telah dikirim ke laboratorium kesehatan Provinsi Bali, Selasa (31/10).

Sedangkan dua orang yang masih menjalani rawat inap, satu di antaranya harus dirujuk ke RSU Negara karena kondisinya mengalami dehidrasi. Sementara itu, Satreskrim Polres Jembrana mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

"Dua sampel yang kami ambil dan ada empat sampel makanan tambahan dari pihak kepolisian sudah kami kirim ke Labkes Provinsi Bali. Mungkin hasilnya baru keluar dua hari kemudian," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr Made Dwipayana.

Dia menyebutkan, dari enam sampel yang dikirim di antaranya bakso, telur dan sebagainya. Dwipayana mengungkapkan, pasien yang dirujuk ke rumah sakit adalah remaja berusia 14 tahun. Kata dia, kondisi pasien perlu penanganan yang lebih intensif.

"Karena kondisinya dehidrasi sehingga dirujuk ke RSU Negara agar segera pulih. Sementara satu orang lainnya (balita berusia 1,5 tahun) kondisinya sudah membaik dan mungkin bisa pulang hari ini," ungkapnya.

Baca juga: Hilang Sejak Minggu, Suarsana Ditemukan Tewas di Air Terjun Hotspring Gitgit Buleleng 

Baca juga: Pohon Cabe Rusak, Petani Desa Bungaya Karangasem Merugi Belasan Juta

KERACUNAN MAKANAN - Satreskrim Polres Jembrana saat menyerahkan sampel makanan ke petugas Dinas Kesehatan Jembrana, Selasa (31/10). Dua orang yang masih menjalani rawat inap, satu di antaranya harus dirujuk ke RSU Negara karena kondisinya mengalami dehidrasi.
KERACUNAN MAKANAN - Satreskrim Polres Jembrana saat menyerahkan sampel makanan ke petugas Dinas Kesehatan Jembrana, Selasa (31/10). Dua orang yang masih menjalani rawat inap, satu di antaranya harus dirujuk ke RSU Negara karena kondisinya mengalami dehidrasi. (ISTIMEWA)

Direktur RSU Negara, dr Ni Putu Eka Indrawati mengaku terus memantau kondisi pasien yang masih dirawat karena perlu pengawasan khusus. Jika pasien mulai membaik, maka sudah boleh dilakukan rawat jalan.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Agus Riwayanto Diputra menjelaskan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari warga, pasien yang mengalami diare, hingga panitia acara keagamaan di Desa Tegal Badeng Barat tersebut.

Kata dia, total ada lima saksi yang diperiksa selain pasien. "Sementara baru lima saksi yang kami periksa diluar pasien. Mulai dari panitia acara, masyarakat pemilik dapur (tempat memasak), dan juga dari Dinas Kesehatan," ungkapnya.

Selain pemeriksaan saksi, kata dia, polisi juga telah menyerahkan empat sampel makanan ke Dinas Kesehatan Jembrana untuk selanjutnya diuji laboratorium di Provinsi Bali. "Saat ini kami masih menunggu hasil uji lab sampel makanan tersebut," tandasnya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved