Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Gianyar Krisis Penyuluh Pertanian Gara-gara Ditinggal Pensiun, Sadakarya: Tersisa 11 Penyuluh

Usia para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pertanian Gianyar, Bali semakin 'habis'

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Wajah pertanian di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis 2 November 2023. Gianyar Krisis Penyuluh Pertanian Gara-gara Ditinggal Pensiun, Sadakarya: Tersisa 11 Penyuluh 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Usia para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pertanian Gianyar, Bali semakin 'habis'. 

Namun sejak bertahun-tahun tidak pernah ada pengisian ASN yang baru, terutama di bagian penyuluh pertanian

Hal tersebut menyebabkan Distan Gianyar terus kekurangan tenaga penyuluh.

Minimnya penyuluh pertanian sangat dirasakan saat musim kemarau seperti sekarang ini. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Berkas 16 Tersangka Kasus Pengerusakan Villa di Bugbug Dilimpahkan ke Kejaksaan

Sebab, beberapa penyuluh yang tersisa, harus menangani seribuan subak. 

Demi sosialisasi yang maksimal, para penyuluh yang juga telah berumur tersebut harus bekerja sangat ekstra, supaya tidak ada konflik antara petani dan menghindari gagal panen.

Kabid Sarana dan Prasarana Distanak Gianyar, Sadakarya membenarkan bahwa yang menjadi persoalan saat ini adalah minimnya tenaga penyuluh pertanian

Bahkan dari ratusan subak di Kabupaten Gianyar, jumlah penyuluh hanya 11 orang. 

Selain minim, tenaga penyuluh yang tersisa ini pun sudah berumur di atas 50 tahun atau mendekati pensiun. 

Baca juga: Ratusan Peserta Dari 44 Negara Ikuti Kejuaraan Dunia Biathle/Triathle UIPM 2023 Bali

"Kini yang tersisa hanya 11 tenaga penyuluh, penyuluh ini juga sudah berumur, di atas 50 tahun, mobilitas sudah menurun," ujar Sadakarya, Kamis 2 November 2023.

Terkadang, kata dia, para tenaga penyuluh tersebut dibantu 13 tenaga penyuluh dari Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) dari pemerintah pusat. 

Meskipun dengan tenaga tambahan itu, jumlahnya menjadi 24 orang. Namun tetap saja belum sesuai dengan jumlah subak yang ditangani. 

"Kita punya 1.950 subak, bisa dibayangkan satu tenaga penyuluh pertanian mesti menggawangi 66 subak, kerja mereka menjadi berat," tandasnya.

Terkait krisis tenaga tersebut, sudah berulang kali dilaporkan ke Kementerian Pertanian supaya bisa diangkat tenaga penyuluh. 

Baca juga: Diplomat Indonesia Pasarkan Magelang ke Luar Negeri, Perwakilan RI di Beberapa Negara Sambut Baik

Adapun diedealnya, satu desa dinas satu penyuluh

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved