Mertua Bunuh Menantu di Pasuruan

TERUNGKAP, Ini Motif Mertua Bunuh Menantu yang Hamil 6 Bulan, Pelaku Masuk Kamar Korban

Terungkap, motif pembunuhan menantu oleh mertua di Dusun Blimbing, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Istimewa/Tribunjatim
Mertua yang membunuh menantunya yang hamil 6 bulan, Selasa, (31/10/2023). Motif pembunuhannya terungkap. Inset : foto menantu korban pembunuhan oleh mertuanya. 

“Kami mengenakan tersangka dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat,” tutupnya.

Baca juga: Usai Habisi Nyawa Menantu, Bapak Mertua Sembunyi di Rumah Tetangga, Warga Sempat Tak Berani Tangkap

Kata Ibu Korban

Sebelumnya, ibu dari Fitria mengaku syok ketika memandikan jenazah sang anak.

Hal itu lantaran ia mendapati anaknya yang hamil 7 bulan itu mengalami perlakuan tak biasa.

Perlakuan itu menyisakan luka yang sangat terlihat di bagian perut korban.

Kasus kematian Fitria seorang wanita yang tengah hamil 7 bulan karena mertuanya itu tengah menyita perhatian.

Banyak yang merasa miris dengan kondisi ini.

Nurul Afini (49), ibu Fitria Almuniroh Hafidloh (23), menantu yang dibunuh mertuanya di Pasuruan, Jawa Timur itu sangat hancur.

Hatinya hancur saat tahu sang anak dan calon cucu pertamanya tewas di tangan Khoiri atau Satir (53), sang mertua, di rumahnya di Dusun Blimbing, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Ibunda Fitria mengaku belum mengetahui pasti motif besannya itu tega menghabisi nyawa anaknya secara sadis.

Tetapi, ibunda Fitria tersebut mengetahui bagaimana sang anak menderita sebelum meninggal dunia.

Menantu yang dihabisi nyawanya oleh mertua itu ternyata telah mengalami berbagai penyiksaan, dibuktikan dengan luka yang ada di tubuhnya.

Ia tak menampik, sempat beredar informasi yang menyebut bahwa sang besan tega menggorok leher anaknya, karena hendak melakukan perbuatan mengarah pada kekerasan seksual.

Karena di mata keluarganya, sejak mulai terikat hubungan sebagai besan sejak anak mereka resmi menikah pada Mei 2023 kemarin, sosok Khoiri terbilang baik.

"Baik aja. Bagus. Saya enggak curiga. Saya kemarin (saat berkunjung pada hari Minggu) saya kan kecapekan habis dari jalan sehat Hari Santri, saya dicarikan dukun pijat biar pijat badan saya. Yang mencarikan ya, besan saya. Gak ada masalah (perilaku sosial pelaku). Setiap kami ke sana selalu dibawakan sesuatu (oleh-oleh)," ujar Nurul saat ditemui di kediamannya, kawasan Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, Rabu (1/11/2023).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved