Sponsored Content

Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin

RS Regency, Johor kini menawarkan tes kesehatan yang tidak perlu puasa 8 jam untuk paket Basic, Deluxe dan Wellness tetapi untuk paket Premier

|
Istimewa
Dr Gautham Ruhi Raj Nagarajan, MBBS(Manipal), Occupational Health Doctor(NIOSH, MAL) 

“Yuk sehat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan!"


TRIBUN-BALI.COM - RS Regency, Johor kini menawarkan tes kesehatan yang tidak perlu puasa 8 jam untuk paket Basic, Deluxe dan Wellness tetapi untuk paket Premier, harus berpuasa 4 jam saja.

Tes sekarang memberi tahu lebih banyak tentang kesehatan Anda dibandingkan tes sebelumnya.

Artikel ini membahas mengapa lebih baik memilih HbA1c daripada tes glukosa darah puasa, mengapa USG Pelvis Perut Penuh lebih baik daripada USG Perut Atas, dan bagaimana CT Kalsium Scoring membantu memeriksa seberapa sehat jantung kita.

Baca juga: Edukasi Masyarakat Pentingnya Pencegahan, Dinkes Badung Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis


Glukosa Darah Puasa vs. HbA1c: Apa perbedaannya dan mengapa ia penting?


Tes glukosa darah puasa mengukur kadar gula langsung dalam tubuh setelah puasa semalaman.
Tes HbA1c mengukur rata-rata kadar gula darah selama 2 hingga 3 bulan terakhir. Oleh karena itu, tidak diperlukan puasa sebelum pemeriksaan kesehatan.

Apakah tes HbA1c lebih menguntungkan?


HbA1c adalah alat yang berharga dalam pengelolaan diabetes dan memahami pengendalian gula darah seseorang dalam jangka waktu yang lama. Ini melengkapi metode diagnostik dan pemantauan lainnya dan membantu memandu strategi pengobatan untuk meningkatkan hasil kesehatan bagi individu yang diabetes.

Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Denpasar Buka Pos Kesehatan Bagi Petugas di TPA Suwung 


USG Perut Atas vs. Pelvis Perut Penuh: Mana yang Lebih Mengungkapkan?


USG Perut Bagian Atas berfokus pada hati, kandung empedu, pankreas, dan ginjal.
USG Pelvis Perut Penuh memeriksa organ tambahan seperti prostat, kandung kemih, rahim, dan ovarium.


Mengapa USG Pelvis Perut Penuh dianjurkan?


Ini memberikan pemahaman komprehensif tentang sistem perut dan genito urinari, membantu dalam mendeteksi berbagai masalah medis.

Memahami CT Kalsium Scoring untuk Kesehatan Jantung


CT Kalsium Scoring menganalisis arteri koroner, menilai penumpukan plak dan risiko penyakit jantung.

Baca juga: 5 Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan, Termasuk Mengurangi Risiko Penyakit Kronis

Ini membantu memprediksi kemungkinan serangan jantung di masa depan dan memandu tindakan pencegahan.
Tingkat risiko yang bervariasi ditunjukkan melalui sistem penilaian mulai dari 0 (absen/ tidaka da risiko) hingga >401(berisiko tinggi).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved