Berita Gianyar
Ribuan Warga Gianyar Kembali Bekerja ke Luar Negeri
Seribuan warga Kabupaten Gianyar, Bali telah kembali bekerja di luar negeri.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Seribuan warga Kabupaten Gianyar, Bali telah kembali bekerja di luar negeri. Dimana saat pandemi covid-19, mereka sempat pulang karena tempat mereka bekerja tutup atau tak beroperasi, karena pandemi merusak ekonomi global.
Berdasarkan data dihimpun di Dinas Ketenagakerjaan Gianyar, Rabu 8 November 2023, secara massif, warga mulai berangkat bekerja keluar negeri telah terjadi sejak tahun 2022.
Dimana saat itu jumlahnya sebanyak 1.189 orang. Sementara Per September 2023 sebanyak 1.161 orang.
Kapala Disnaker Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani membenarkan hal tersebut.
Dia menjelaskan, sejak pandemi covid-19 mulai mereda, masyarakat yang sebelumnya pulang dari luar negeri, kembali terbang keluar negeri untuk bekerja.
"Massif terjadi sejak tahun 2022," ujar Dayu Surya.
Sementara di tahun 2023, istri mantan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra itu merinci, semenjak Januari sampai September 2023, jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sudah berangkat sebanyak 1.161 orang.
Namun ia memastkan jumlahnya akan terus meningkat, karena sejak Januari sampai saat ini yang mengurus ID Calon PMI sebanyak 432 orang.
Ditambah lagi yang mengurus Kartu Tanda Kerja Luar Negeri sebanyak 552 orang. "Yang sudah mengurus keabsahan sebagai PMI sebanyaj 1.593 orang," tandasnya.
Dayu Surya mengungkapkan bahwa sejak dulu, minat masyarakat di Kabupaten Gianyar untuk bekerja keluar negeri sangat tinggi.
Hampir sebagian pekerja, milih bekerja di bidang pariwisata. Adapum daerah tujuan PMI asal Gianyar ini, mulai dari Turki sebanyak 35 persen.
"Dominan mereka bekerka sebagai terapis spa," ujarnya.
Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Kamis 9 November 2023 : Cancer dan Virgo Lagi Bahagia, Aries Bertengkar
Baca juga: Bimtek Aplikasi SIGNAL, Tingkatkan Validitas Kendaraan Bermotor dan Pajak Kendaraan Bermotor di Bali
Lalu di Italia, Malvides, Jepang, Qatar dan Kuwait. Sedangkan negara Eropa lainnya ada beberapa namun jumlahnya tidak lebih dari 10 PMI.
"PMI asal Gianyar dikenal ulet bekerja dan jarang menerima komplain dari tempatnya bekerja. Kami harap hal positif yang diterima selama bekerja di sana, dikembangkan di Gianyar," ujar Dayu Surya.
Terkait warga kecamatan mana saja yang banyak bekerja keluar negeri, Dayu Surya mengatakan, dua kecamatan yang paling banyak PMI-nya adalah Kecamatan Gianyar dan Kecamatan Blahbatuh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kapala-Disnaker-Gianyar-Ida-Ayu-Surya-Adnyani.jpg)