Pohon Tumbang di Bali

Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor Ancam Bangli Di Musim Penghujan

Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor Ancam Bangli Di Musim Penghujan

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Muhammad Fredey Mercury
Kepala BPBD dan Damkar Bangli, I Wayan Wardana tentang Bencana Pohon Tumbang dan Tanah Longsor Ancam Bangli Di Musim Penghujan 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bencana tanah longsor dan pohon tumbang sangat berpotensi terjadi di Bangli, dan menjadi ancaman saat musim hujan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Bangli melalui BPBD dan Damkar Bangli telah mengeluarkan sejumlah imbauan. 

Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD dan Damkar Bangli, I Wayan Wardana mengatakan, secara umum berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan mulai terjadi di wilayah Bali pada pertengahan bulan November. Hanya saja hujan diperkirakan tidak merata dan intensitasnya tidak terlalu lebat. "Musim hujan diperkirakan berlangsung hingga bulan Maret," ujarnya Kamis, 9 November 2023.

Sesuai pengalaman sebelumnya, lanjut Wardana, ancaman bencana yang terjadi akibat musim hujan yakni tanah longsor dan pohon tumbang.

Hal ini dipengaruhi kondisi topografi Bangli yang berupa perbukitan.

"Selain itu akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi pada musim kemarau, mengakibatkan tanah menjadi retak-retak dan rawan longsor," imbuhnya. 

Menyikapi dampak cuaca ekstrem pada musim hujan, Pemkab Bangli telah mengeluarkan sejumlah imbauan.

Diantaranya meminta masyarakat tidak membuang sampah ke saluran air got, selokan, sungai dan danau, dan melakukan upaya pembersihan saluran air agar disaat musim hujan tiba tidak terjadi banjir.

Melakukan pemangkasan dahan/ranting pohon yang membahayakan dan waspada terhadap bahaya longsor.

Baca juga: Mulai 1 Desember 2023, Bandara Ngurah Rai Terapkan Pembayaran Parkir Mobil Non Tunai Secara Mandiri

Baca juga: Prediksi BMKG Tabanan Diguyur Hujan Pertengahan November, Masyarakat Diminta Bersiap

Masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di jalan rawan longsor dan pohon tumbang serta memperhatikan rambu-rambu rawan bencana.

Memeriksa dan memastikan kesiapan personil, alat, sarana dan prasarana pendukung kebencanaan lainnya dalam keadaan siap pakai.

"Selain itu meningkatkan komunikasi serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan, mitigasi dan upaya antisipasi bencana maupun saat terjadi bencana. Selalu memperhatikan peringatan dini cuaca ekstrim dari BBMKG Wilayah II Denpasar melalui WA Grup Bangli Era Baru dan menyebarluaskan kepada masyarakat," sebutnya. 

Petugas BPBD dan Damkar Bangli ketika melakukan proses evakuasi pohon tumbang di ruas jalan Ir. Soekarno. Selasa (7/11/2023)
Petugas BPBD dan Damkar Bangli ketika melakukan proses evakuasi pohon tumbang di ruas jalan Ir. Soekarno. Selasa (7/11/2023) (Istimewa)

Tindaklanjut lainnya, Wardana mengaku pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Mulai dari TNI, Polri, PLN, Telkom, Dinas PUPR Perkim, dinas kehutanan dan sebagainya, untuk mengecek kesiapan dan langkah-langkah yang dilakukan, menyikapi persiapan masuk musim penghujan.

"Termasuk juga mengecek kesiapan personel dan peralatannya. Rapat tersebut kita rencanakan tanggal 21 November. Rapat rencananya dipimpin oleh Sekda Bangli," pungkasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved