Seputar Bali
Prediksi BMKG Tabanan Diguyur Hujan Pertengahan November, Masyarakat Diminta Bersiap
Cuaca panas masih menyelimuti Tabanan beberapa hari belakangan. Meskipun sempat turun hujan, kini cuaca panas masih bertahan
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Cuaca panas masih menyelimuti Tabanan beberapa hari belakangan. Meskipun sempat turun hujan, kini cuaca panas masih bertahan.
Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim hujan akan terjadi di Bali bagian tengah pada pada pertengahan bulan November ini.
Kabupaten Tabanan juga termasuk jadi salah wilayah yang akan diguyur hujan.
Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srindha Giri mengatakan, bahwa sesuai dengan perkiraan BMKG maka memang akan turun hujan, atau memasuki musim penghujan di pertengahan November.
Baca juga: Miris, Veteran di Karangasem Terpaksa Pinjam Uang Demi Kegiatan LVRI, Dana Hibah Tak Cair 2 Tahun
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi musim penghujan di akhir tahun 2023 ini.
“Sesuai perkiraan ya pada pertengahan November ini yang kami terima,” ucapnya Kamis 9 November 2023.
Giri menegaskan, bahwa menyambut peralihan musim ini, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai supaya meningkatkan kewaspadaan.
Baca juga: Pompa Mati Akibatkan Banjir di Jalan Uluwatu, PDAM Badung Sebut 150 Kubik Air Bersih Terbuang
Misalnya, terkait dengan adanya bencana banjir. Singkatnya adalah, melakukan pembersihan di sekitar wilayahnya.
"Kami imbau kepada masyarakat untuk kesiapan mereka dalam peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan,”
“Intinya tetap menjaga kebersihan, jangan membuang sampah ke sungai, ke selokan," ungkapnya.
Baca juga: Usung Konsep Green Building, BSI Tower Diproyeksikan Jadi Financial Center di Indonesia
Giri mengaku, bahwa di musim penghujan lalu, bahwa kerap terjadi bencana alam di Tabanan.
Mulai banjir, jembatan putus, kemudian longsor dan bencana lainnya. Sehingga, pihaknya telah memetakan daerah rawan longsor tersebut.
Daerah yang paling rawan terjadi bencana yakni di Kecamatan Penebel dan Kecamatan Pupuan.
“Ya fokus kami di dua daerah itu,” jelasnya.
Ia menyebut, bahwa untuk antisipasi bencana maka Sarpras (sarana dan prasarana) kini telah dipersiapkannya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.