Seputar Bali
Miris, Veteran di Karangasem Terpaksa Pinjam Uang Demi Kegiatan LVRI, Dana Hibah Tak Cair 2 Tahun
Dana hibah dari Pemerintah Daerah (Pemda) Karangasem kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Karangasem tidak ada sejak dua tahun terakhir
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN BALI.COM, AMLAPURA - Dana hibah dari Pemerintah Daerah (Pemda) Karangasem kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Karangasem tidak ada sejak dua tahun terakhir.
Terhitung dari 2022 dan 2023. Terakhir, legiun veteran mendapatkan hibah dari Pemda Tahun 2021 sebesar 80 juta dalam setahun.
Akibat kondisi ini, kegiatan LVRI di Karangasem tak ada. Diantaranya sosialisasi beserta memberikan wawasan tentang kebangsaan dan nilai - nilai terkait kepahlawanan pejuang.
Harapannya supaya rasa memiliki terhadap bangsa, serta nasionalisme tetap tertanam pada generasi penerus yang mengisi bangsa.
Baca juga: Usung Konsep Green Building, BSI Tower Diproyeksikan Jadi Financial Center di Indonesia
Ketua LVRI Karangasem, Made Oka, mengungkapkan, bantuan hibah dari Pemda ke LVRI sangat diperlukan dan bersifat urgent.
Terutama untuk memfasilitasi kantor dan mengaji pegawai yang kerja di sekretariat.
Seperti pengadaan kertas untuk keperluan surat menyurat, tinta, bulpen, serta operasional anggotanya.
"Terakhir dapat bantuan hibah dari Pemerintah Kabupaten Tahun 2021 sebesar 80 juta. Setelah itu tidak pernah dapat,”
“Pegawai yang kerja di LVRI sudah 2 tahunan tak dapat gaji,”
“Syukurnya, yang bersangkutan masih bertahan walau belum dapat gaji," ungkap Made Oka ditemui di ruangan, Kamis (9/11/2023).
Baca juga: Pompa Mati Akibatkan Banjir di Jalan Uluwatu, PDAM Badung Sebut 150 Kubik Air Bersih Terbuang
Ditambahkan, untuk memperlancar aktivitasnya, anggota LVRI untuk sementara menggunakan uang pribadi.
Seperti untuk biaya operasional saat menghadiri peringatan upacara baik di Denpasar atau Kab. Karangasem.
Terkait surat menyuratnya, terpaksa harus mengirit pakai kertas agar cukup satu tahun.
"Kadang saya harus pinjam uang di LPD agar kegiatan di LVRI tetap jalan,”
“Kita pakai uang sendiri untuk operasional. Sebelumnya pernah ada acara di Denpasar, saya terpaksa pakai motor kesana,”
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.