Berita Klungkung

Pembangunan Kelas SDN Manduang Klungkung Molor, Gara-gara Uang Muka Telat Cair

Pembangunan Kelas SDN Manduang Klungkung Molor, Gara-gara Uang Muka Telat Cair

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
Istimewa
Pembangunan gedung kelas di SDN Manduang, klungkung, Kamis (9/11/2023). 

SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Pembangunan ruang kelas di SDN Manduang molor. Hal ini membuat siswa setempat semakin lama belajar di balai banjar.

Keterlambatan pengerjaan ruang kelas tersebut, ternyata dikarenakan uang muka dari Pemkab Klungkung tidak kunjung cair.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung I Wayan Sujana mengatakan, uang muka yang harusnya diterima pelaksana proyek diawal telat cair.

Dari kontrak proyek, pembangujan ruang kelas itu direncanakan selama 150 hari, mulai 22 Juni sampai 22 November 2023.

Ada perjanjian diawal untuk memberikan uang muka sebesar Rp 330 juta. Namun hingga pengerjaan ruang kelas mencapai 10 persen, uang muka itu belum juga cair.

Hal ini membuat pihak Dinas pedidikan terus berkoordinasi untuk membantu pihak pelaksana proyek ke badan keuangan daerah.

Setelah berulang kali berkoordiansi, uang muka itu baru cair pada bulan Oktober 2023.

"Dana yang digunakan adalah dari dana Bantuan keuangan khusus (BKK) Badung, sehingga baru cair pada anggaran perubahan. Terjadi keterlambatan selama empat bulan dan pekerja juga dikurangi, ini yang mengakibatkan keterlambatan pembangunan,” jelas Sujana, Kamis, 9 November 2023.

Dengan kondisi itu, pembangunan ruang kelas di SDN Manduang diperpanjang dari 150 hari menjadi 180 hari.

Baca juga: Anwar Usman Tegas Tak Rela Mundur Jadi Hakim Konstitusi, Sebut Jadi Korban Atau Objek Politisasi

Pemerintah menargetkam ruang kelas itu rampung pada 22 Desember 2023 mendatang.

Dengan anggaran yang sudah tersedia, diharapkan pengerjaan bangunan kelas bisa dikebut sehingga tidak menganggu proses belajar mengajar siswa setempat.

“Ya, awalnya memang mengerjar agar saat musim hujan anak-anak sudah belajar langsung disekolah. Tapi karena ada masalah, akhirnya harus menunda hingga Desember, mudah-mudahan nanti tidak terkendala lagi dan selesai tepat waktu” ungkap Sujana.

Pembangunan ruang kelas di SDN Manduang dianggarkan sebesar Rp 1,291 Miliar.

Selama proses pembangunan, siswa harus belajar seadanya di balai banjar.

Setiap kelas harus belajar di balai banjar dengan dibatasi karung plastik.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved