Hari Pahlawan

Daftar 8 Pahlawan Nasional Terbaru asal Bali: Ada Ida Dewa Agung Jambe hingga I Gusti Ngurah Rai

Dalam perjuangan mengusir Kolonial Belanda dari Pulau Dewata melahirkan beberapa sosok terkenal yang memiliki peran penting tersebut.

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
TRIBUN BALI/EKA MITA SUPUTRA
Foto Raja Klungkung Ida I Dewa Agung Jambe di Puri Agung Klungkung, Rabu (8/11/2023). Ida Dewa Agung Jambe resmi dinobatkan sebagai pahlawan nasional. 

Daftar 8 Pahlawan Nasional Terbaru asal Bali: Ada Ida Dewa Agung Jambe hingga I Gusti Ngurah Rai

TRIBUN-BALI.COM - Berikut ini adalah delapan daftar terbaru delapan pahlawan Bali.

Bali merupakan salah satu wilayah di Indonesia dijajah oleh Kolonial Belanda.

Dalam perjuangan mengusir Kolonial Belanda dari Pulau Dewata melahirkan beberapa sosok terkenal yang memiliki peran penting tersebut.

Beberapa dari mereka memiliki profesi yang berbeda-beda mulai dari militer hingga politisi.

Baca juga: I Gusti Ngurah Made Agung, Raja Badung yang Berani Menentang Perjanjian Merugikan dengan Belanda

Ada daftar pahlawan yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia.

Terbaru adalah Raja Klungkung, Ida Dewa Agung Jambe resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Rencananya penetapan Ida Dewa Agung Jambe sebagai pahlawan nasional, akan diumumkan langsungĀ  Presiden RI, Joko Widodo bersama dengan lima Pahlawan Nasional lainnya di Istana Negara pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023 nanti.

Lebih lanjut berikut daftar delapan pahlawan Bali yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

1. I Gusti Ketut Jelantik

Dilansir dari Kompas.com, Tokoh pertama asal Bali yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia adalah I Gusti Ketut Jelantik.

Pahlawan Nasional yang satu ini lahir di Karangasem, Bali, pada tahun 1800.

I Gusti Ketut Jelantik, (1800 - 1849)
I Gusti Ketut Jelantik, (1800 - 1849) (Kolase foto (pahlawancenter.com))

Selama periode tahun 1846, 1848, dan 1849, I Gusti Ketut Jelantik memimpin perlawanan rakyat Bali terhadap invasi Belanda.

Perlawanan ini terjadi karena pemerintah kolonial Hindia Belanda ingin menghapuskan tawan karang yang berlaku di Bali.

Tawan karang merupakan hak bagi raja-raja yang berkuasa di Bali untuk mengambil kapal yang kandas di perairan Bali.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved