Berita Karangasem

7 Penerima Bantuan Bedah Rumah Dicoret Karena Kondisi Rumah Sudah Bagus

7 Penerima Bantuan Bedah Rumah Dicoret Karena Kondisi Rumah Sudah Bagus

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
Istimewa
Kepala Dinas PUPR, Perumahan, Permukiman Kab. Karangasem, Wedasmara 

AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 7 penerima bantuan bedah rumah dinyatakan gugur setelah dilakukan verifikasi serta validasi data.

Bersangkutan  dinyatakan gugur lantaran kondisi rumah sudah bagus, tidak punya tanah, serta sudah mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah  sebelumnya.

Kepala Dinas PUPR, Perumahan, Permukiman Kabupaten Karangasem, Wedasmara, mengatakan, dari alokasi 400 unit bedah rumah  yang  dianggarkan Perubahan 2023, ada 7 unit dihapus sebagai penerima.

Rinciannya yakni 1 orang sudah miliki rumah bagus, 1 tidak punya tanah, dan sisanya pernah dapat bantuan.

"Anggarannya 12 milliar, dari Dana Insentif Daerah (DID) sekitar 6 milliar untuk pengadaan 200 unit bedah rumah & kemarin ada pemenuhan fiskal di Perubahan sebanyak 6 milliar. Totalnya 12 milliar,"ungkap Wedasmara ditemui Senin, 13 November 2023 siang hari.

Artinya yang menerima bantuan bedah rumah di Perubahan 2023 sebanyak 393unit.

Penerima bantuan terbanyak ada di Kecamatan Abang serta Kubu.

Selain itu ada di beberapa titik. Seperti di Kecamatan Karangasem, Bebandem, Rendang, Selat, Manggis,  serta Sidemen. Terkait pengerjaan masih daalam proses.

Baca juga: Petani di Payangan Dijajah Monyet Sejak 2021, Wayan Kira Sebut Semakin Sulit Dikendalikan


"Sudah berproses. Kemarin sudah ada sosialisasi. Hari ini memonitoring. Pemerintah menarget 30 persen penyerapan dana. Pengerjaannya  akan dilakukan  sampai 30 Desember,"tambah Wedasmara, pejabat asal Kec.Abang.

Pihaknya optimis pengerjaan bantuan bedah rumah tepat waktu. Kalau seandainya 1 rumah bisa mencarikan 1 tukang, pengerjaannya bisa cepat selesai.

Paling lambat  hanya  15 hari. Seandainya  1 tukang mengerjakan 2 rumah, waktu yang dibutuhkan bisa 30 hari. Pengerjaannya pakai sistem swakelola. 

Ditambahkan, pemerintah daerah mengusulkan  bantuan  stimulan perumahan swadaya ke Kementerian PUPR  untuk rumah tak layak huni di Kabupaten Karangasem. Jumlah usulan 8 ribu unit lebih.

Biasanya untuk bantuan stimulan dari Kementerian, mendapat anggaran sekitar 20 juta untuk satu orang.

"Dari data  sebelumnya, rumah tak layak huni di Karangasem mencapai 8 ribu unit. Tersebar di delapan Kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Kubu, Bebandem, Karangasem, Abang, Selat, Sidemen, dan Manggis,"tambah Weda.

Rumah tidak layak  huni di Kab. Karangasem terbilang cukup tinggi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved