Sponsored Content
210 Motor Listrik Diberikan Pekaseh dan Kelian Subak Abian di Badung, Perayaan HUT Ke-14 Mangupura
Dalam Upacara Puncak HUT Ke-14 Mangupura, Pemerintah memberikan stimulus kepada para petani di Kabupaten Badung yakni motor listrik
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam Upacara Puncak HUT Ke-14 Mangupura tidak saja menggelar berbagai kegiatan seni, tapi juga memberikan stimulus kepada para petani di Kabupaten Badung yakni berupa alat transportasi berupa motor listrik untuk para pekaseh yang ada di Kabupaten Badung.
Tidak tanggung-tanggung, 200 lebih unit motor listrik dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung pada Kamis (16/11)
Kepala Dinas kebudayaan Kabupaten Badung, I Ketut Gede Sudarwitha saat ditemui usai kegiatan mengatakan pemberian motor listrik ini adalah kebijakan dari Bupati Badung untuk mendukung sektor Pertanian sebagai salah satu dari lima sektor prioritas utama pembangunan di Kabupaten Badung.
"Ini merupakan dukungan atas kinerja dan aktivitas para pekaseh sebagai komponen Sumber daya manusia dari pada kelembagaan pertanian di Badung,”
Baca juga: Penjualan Benih Ikan Koi Tunggu Perda Retribusi, Wirawan: Baru Bisa Dijalankan Tahun 2024
“Ada sebanyak 210 motor listrik untuk para pekaseh ini. Dan hal ini merupakan dukungan kita terhadap program pemerintah yang sudah dicanangkan yaitu go green,"ujarnya.
Pihaknya mengakui motor listrik yang diberikan adalah salah satu teknologi mutakhir, motor ini menggunakan baterai, sehingga hanya mengisi daya dengan kabel .
"Untuk pemeliharaan dilakukan oleh masing-masing pekaseh, pemerintah memberikan pinjam pakai dan nantinya baru bisa dihibahkan," ucapnya.
Sementara Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, Agus Gede Mudita mengatakan, pihaknya berterima kasih terhadap pemerintah atas fasilitas yang telah diberikan untuk menunjang aktivitas krama subak.
"Motor listrik ini kedepan sesuai konsep Bupati badung adalah untuk mendukung program ramah lingkungan dan kita sudah mendapatkan pembekalan penggunaan terhadap motor listrik ini,”
Baca juga: Aset Kebun Raya Jagatnatha Tak Kunjung Dihibahkan, Proses Pengajuan Masih Diroses
“Namanya teknologi perlu ada pembelajaran baru dan program ini adalah paling pertama di Bali lembaga adat tradisional menerima fasilitas motor listrik dari pemerintah," terangnya.
Ia juga mengatakan, motor listrik ini sangat mendukung untuk digunakan ke sawah. Mengingat sangat ramah lingkungan.
'Kami sudah melakukan percobaan di sawah dan untuk listrik sudah cukup bisa digunakan listrik seperti di perumahan,”
“Yang jelas ini merupakan dukungan pemerintah dalam penyelamatan lingkungan," imbuhnya. (Gus)