Seputar Bali
Desa Bhuana Giri Masuk Daerah Rawan Bencana, Basarnas Bali Berikan Edukasi Tentang SAR
Basarnas Bali) menyelenggarakan Pemberdayaan Masyarakat Pencarian dan Pertolongan bagi warga Desa Bhuana Giri
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ngurah Adi Kusuma
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, KARANGASEM - Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menyelenggarakan Pemberdayaan Masyarakat Pencarian dan Pertolongan bagi warga Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, pada Rabu 15 November 2023 bertempat di Wantilan Desa Bhuana Giri.
Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, dibuka pada hari kedua oleh Staf Ahli I Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika.
Hadir pula Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya beserta jajarannya.
Tamu undangan yang datang diantaranya dari BPBD, PVMBG, Polsek, Koramil, Perbekel, Kecamatan Bebandem.
Baca juga: Beberapa Syarat Dwijati Menjadi Sulinggih Diperbaharui, Tak Ada Istilah Diksa Massal
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebagai perpanjangan tangan Basarnas wajib menjalankan tugasnya untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat.
Salah satu upaya Basarnas yakni mengadakan kegiatan-kegiatan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sejalan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan teknis pencarian dan pertolongan diharapkan akan membentuk masyarakat yang tanggap, tangguh serta mandiri ketika menghadapi bencana alam atau kondisi kedaruratan lainnya.
Kabupaten Karangasem termasuk wilayah rawan bencana alam, khususnya Desa Bhuana Giri yang masuk dalam wilayah rawan bencana, apabila terjadi letusan Gunung Agung.
Disamping itu bencana banjir serta tanah longsor juga merupakan ancaman berbahaya bagi masyarakat apabila intensitas hujan sangat tinggi.
Baca juga: Sinergi dengan Baitul Mal Aceh, BSI Perkuat Ekosistem Ziswaf di Aceh
Kedepannya masyarakat setempat harus meningkatkan kapasitasnya dalam menangani tantangan akibat bencana.
Gusti Ngurah Kartika, mengungkapkan bahwa pemberian edukasi tentang SAR bagi Desa Bhuana Giri sangatlah tepat.
“Tempat ini adalah tempat yang memang tepat karena dampak dari pada Gunung api, khususnya Gunung Agung, di sini adalah KRB 3," ungkapnya.
Ia mengharapkan setelah sebagian masyarakat mendapatkan pembekalan ini, mereka bisa menolong dirinya sendiri dan orang lain saat dalam kondisi darurat.
Baca juga: 230 Orang Jalani Wisuda, Lulusan STIMI Handayani Diarahkan Jadi Job Creater Tak Hanya Job Seeker
Dalam tahapan kegiatan, masyarakat diberikan pengetahuan mengidentifikasi kerentanan serta ancaman di wilayah tempat tinggal, mempelajari keterampilan teknik evakuasi mandiri, dan memahami SOP yang berlaku dalam upaya evakuasi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.