Berita Buleleng

Empat Loket Wisata Air Terjun Sekumpul di Desa Lemukih Ditutup Permanen

Dinas Pariwisata Buleleng menutup secara permanen empat loket wisata Air Terjun Sekumpul yang ada di Desa Lemukih

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara bersama Satpol PP Buleleng saat menutup sementara loket wisata Air Terjun Sekumpul yang ada di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng. Kini loket tersebut telah ditutup permanen 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pariwisata Buleleng menutup secara permanen empat loket wisata Air Terjun Sekumpul yang ada di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Pemandu wisata yang selama ini bekerja di empat loket itu akan dipekerjakan di central loket yang telah tersedia di desa tersebut. 

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng  Gede Dody Sukma Oktiva Askara dikonfirmasi Senin, 20 November 2023 mengatakan, penutupan secara permanen ini dilakukan lantaran empat loket tersebut tidak berbadan hukum.

Selain menutup loketnya, aktivitas penjualan tiket yang dilakukan melalui media sosial dan web juga di take down.

"Loket yang sudah dibangun bisa mereka manfaatkan untuk usaha lain seperti penjualan makanan atau minuman," kata Dody. 

Dody mengaku saat ini pihaknya masih mendata berapa jumlah pemandu wisata yang bekerja di empat loket tersebut.

Agar tidak kehilangan mata pencaharian, mereka rencananya akan dipekerjakan di central loket yang selama ini telah tersedia di wilayah Dusun Nyuh. 

Namun sebelum dipekerjakan di central loket, mereka akan diberikan pelatihan terlebih dahulu, agar memiliki sertifikasi sebagai pemandu wisata alam.

Pelatihan ini dilakukan mengingat selama ini mereka tidak memiliki lisensi yang legal sebagai pemandu wisata alam. 

Baca juga: Hindari Provokasi, Penghasutan dan Ujaran Kebencian, Deklarasi Pemilu Damai di Kodim 1617/Jembrana

"Yang lolos sertifikasi, itu yang akan dipekerjakan. Bagi yang tidak lolos nanti akan kami carikan solusi lapangan pekerjaan yang cocok untuk mereka," jelas Dody. 

Central loket ditambahkan Dody juga akan diperbaiki tata kelolanya, serta wajib berbadan hukum baik di bawah naungan BUMDes atau koperasi desa setempat.

Selain itu pihaknya juga merancang central loket tersebut agar dikelola menggunakan teknologi digital alias e-tiketing. 

"Hanya ada satu gate di central loket itu. Pengunjung cukup bayar satu kali di gate dengan biaya yang sudah termasuk untuk jasa pemandu, parkir, penitipan barang, asuransi hingga toilet. Tidak boleh ada pungutan lain lagi, semua sudah dibayar satu kali di gate central," terang Dody. 

Terkait harga tiket, Dody mengaku akan segera mendiskusikannya dengan pengelola DTW.

Nilainya dipastikan memenuhi asas kewajaran dan kepantasan, sehingga tiket yang dijual tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved