Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

150 Warga Ikut Upacara Potong Gigi Massal Gratis di Bangli

Ratusan warga berkumpul di Balai Banjar Desa Kubu, Kelurahan Kubu, Bangli, Bali tadi pagi untuk mengikuti ritual upacara metatah massal.

Penulis: Putu Kartika Viktriani | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Pelaksanaan ritual mepandes massal gratis di Balai Banjar Kelurahan Kubu, Bangli, Bali, pada Rabu 22 November 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ratusan warga berpakaian adat Bali berkumpul di Balai Banjar Desa Kubu, Kelurahan Kubu, Bangli, Bali pada Rabu 22 November 2023 pagi.

Mereka akan mengikuti ritual upacara mepandes/metatah yang digelar secara massal dan gratis.

Ritual yang juga dikenal sebagai upacara potong gigi tersebut, digagas oleh Yayasan Angel Hearts Bali bekerjasama dengan seluruh relawan di Bangli.

Setidaknya ada 150 orang lebih yang menjadi peserta dalam ritual ini.

Sebagian besar berasal dari Kelurahan Kubu, Bangli namun adapula yang dari luar Desa, bahkan luar Kabupaten Bangli

Salah satunya Komang Suarjana. Warga asal Desa Timuhun, Kelurahan Banjarangkan, Klungkung ini mengungkapkan terimakasih sebesar-besarnya dan sangat bersyukur.

Sebab bisa menunaikan ritual wajib sekali seumur hidup ini.

"Semoga acara ini bisa berlanjut, sehingga semakin banyak warga yang terbantu," ungkap pria 42 tahun ini.

Sementara pendiri Yayasan Angle Hearts Bali, Dr. Linda Anugerah mengungkapkan, upacara mepandes massal awalnya dilaksanakan pada tahun 2017.

Baca juga: Sosok Bharada I Wayan Pasek Di Mata Keluarga: Kalem, Berprestasi, akan Gelar Upacara Potong Gigi

Berawal saat belasan anak asuh yayasan Angel Hearts yang telah beranjak remaja, diketahui belum melaksanakan ritual potong gigi

"Saya rencananya mau mengupacarai mereka, karena ada yang yatim piatu dan yang tidak mampu. Saya tanyakan ke Griya berapa biayanya, begitupun jika jumlahnya lebih dari belasan berapa. Ternyata penambahannya tidak banyak. Alhasil kami buat untuk umum. Karena pasti banyak diluar sana yang juga membutuhkan. Sebab (pelaksanaan ritual) ini berkaitan dengan biaya," ungkapnya. 

Alhasil upacara mepandes massal pertama kalinya digelar di Denpasar.

Diakui jumlah peserta saat itu mencapai 100 orang lebih.

"Ternyata animo masyarakat diluar bagus. Hingga pada tahun selanjutnya kami gelar di Kabupaten Buleleng dengan jumlah peserta 200 orang lebih. Dan tahun 2019 kami laksanakan kembali di Karangasem dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang lebih," sebutnya. 

Diakui kegiatan mepandes massal ini sempat terhenti tiga tahun, lantaran adanya pembatasan kegiatan keramaian akibat pandemi Covid-19.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved