Pilpres 2024
Anies Baswedan: Kenapa Harus Dikasih Insentif?, Peluang Cabut Kebijakan Insentif Kendaraan Listrik
Calon presiden Anies Baswedan mengungkapkan jika terpilih akan membuka peluang untuk mencabut kebijakan insentif kendaraan listrik
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Calon presiden Anies Baswedan mengungkapkan jika terpilih akan membuka peluang untuk mencabut kebijakan insentif kendaraan listrik.
Anies Baswedan mengungkapkan bahwa insentif kendaraan listrik ini tidak urgen karena antrean pembeli yang panjang sehingga tidak memerlukan insentif.
Menurut dia, kebijakan yang dikeluarkan pada zaman pemerintahan Jokowi ini bukan dibatalkan namun harus dikoreksi.
Dilansir dari Tribunnews, Anies Baswedan menilai ada antrean pembeli yang besar, dan ini artinya, permintaan (demand) lebih besar dibanding pasokan (supply).
Baca juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Anies Baswedan Bakal Cari Pendanaan Alternatif untuk Transisi Energi
"Kalau demand-nya lebih banyak dari supply, kenapa harus dikasih insentif? Toh yang antre udah banyak,”
“Harganya tanpa diskon aja yang mau beli banyak. Kenapa harus dikasih diskon? Jadi ini adalah sebuah kebijakan yang menurut kami harus dikoreksi," kata Anies pada Selasa (28/11/2023).
"Apalagi insentif itu yang mendapatkan adalah mereka-mereka yang secara kemampuan membeli sudah amat tinggi," lanjutnya.
Anies bilang, apabila ingin mengurangi emisi gas rumah kaca, upaya paling efektif adalah membangun transportasi umum.
Ia menilai lebih baik dana yang dialokasikan untuk subsidi kendaraan listrik dialihkan ke pembangunan transportasi umum.
Lebih baik lagi jika transportasi umum tersebut merupakan kendaraan berbasis listrik.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, jika pengurangan emisi didorong lewat kendaraan listrik, hampir pasti itu menjadi tambahan kendaraan di rumah tangga.
Baca juga: Berikut Deretan Pengusaha Dibelakang Prabowo, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Baca juga: Pemandangan Tak Biasa, Anies Baswedan Cium Tangan Surya Paloh Sebelum ke KPU
Tambahan kendaraan di rumah tangga akan mengakibatkan bertambahnya kendaraan di jalanan.
"Kalau orang beli mobil listrik, apakah dia kemudian menggantikan mobil yang berbasis bensinnya? Mayoritas tidak,”
“Mayoritas mobil tambahan, yang terjadi lebih banyak kendaraan di jalan," ujar Anies.
"Padahal kita membutuhkannya bukan saja bebas emisi, tapi juga jumlah kendaraan itu di jalan menjadi menurun," imbuhnya.
Pada Mei 2023 lalu, Anies pernah melontarkan pernyataan serupa. Ia mengkritik inovasi pemerintah dalam menggalakkan penggunaan kendaraan listrik.
Menurut Anies, inovasi itu saat ini kurang tepat sasaran, sebab kata dia, sejatinya yang diperbanyak yakni penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi umum dan kendaraan logistik.
"Soal subsidi (kendaraan listrik) jadi yang perlu kita dorong adalah peningkatan kendaraan umum dan angkutan logistik yang berbasis listrik ini harus kita dorong dan itu juga dikerjakan di Jakarta," kata Anies Baswedan, dikutip Senin (8/5/2023).
Akan tetapi kata dia, realitanya saat ini, kendaraan listrik justru dimiliki oleh pribadi perseorangan.
Menurutnya, upaya pemerintah dalam menekan emisi kendaraan justru akan sama saja, sebab, kendaraan pribadi kerap kali hanya digunakan untuk satu orang penumpang.
Sementara, jika yang diperbanyak dan disubsidi adalah angkutan transportasi umum dan kendaraan logistik, maka upaya untuk mengurangi emisi kendaraan bisa terjadi.
"Ketika sebuah rumah tangga menambah kendaraan listrik hampir pasti dia tidak menukar kendaraan bbm-nya tapi dia menjadi kendaraan tambahan," kata dia.
"Konsekuensinya maka dia menambah jumlah kendaraan di dalam traffic di sebuah kota, tapi ketika kendaraan umum yang didorong dan kendaraan umumnya itu berbasis listrik," sambungnya.
Oleh karenanya, Anies meyakinkan jika memang nantinya pemerintahan dipimpin oleh dirinya, maka yang akan dilakukan yakni mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi umum dan logistik.
"Mengapa ke depan arahnya adalah kendaraan umum berbasis listrik dan juga logistik," tukas dia. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anies Buka Peluang Cabut Insentif Kendaraan Listrik Jika Jadi Presiden: Kebijakannya Harus Dikoreksi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.