Sponsored Content

Ketua DPRD Kabupaten Karangasem Sidak Pengerjaan Stadion Gusti Ketut Jelantik

Ketua DPRD Kabupaten Karangasem Sidak Pengerjaan Stadion Gusti Ketut Jelantik

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
Saiful Rohim
Ketua DPRD Kabupaten Karangasem Sidak Pengerjaan Stadion Gusti Ketut Jelantik 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pembangunan Stadion I Gusti Ketut Jelantik di Jalan Raya Veteran, Kelurahan Padang  Kerta, Kecamatan / Kabupaten Karangasem diperlukan pengawasan ekstra dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem.

Terutama bagian teknis. Seperti perataan lapangan dan lainnya. 

Ketua DPRD Kab. Karangasem, Wayan Suastika saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stadion, mengatakan, pengawasan dari dinas terkait harus komprehensif. Mengingat  waktu pengerjaan stadion tersisa beberapa hari, sampai 12  Desember  2023. Sedangkan  pengerjaannya masih tahap tanam rumput

"Progres baru 85 persen lebih. Setelah kami melihat  ada beberapa  yang harus mendapat pengawasan dari Disdikpora Kab. Karangasem secara komprehensif. Biar pengerjaan tak  lewat waktu, dan kualitasnya sesuai yang diharapkan,"kata Wayan Suastika, Kamis (30/11/2023)

Stadion ini sangat dibutuhkan di Karangasem. Pembangunan projek  Pemkab yang dinantikan warga Kab. Karangasem, serta stadion kebanggaan."Ini bisa digunakan masyarakat luas. Karangasem punya stadion yang memiliki rumput standar FIFA. Kita harap tak keluar dari hal teknis,"harap Wayan Suastika.

Ditambahkan, banyak tahapan yang perlu dilakukan  dalam  proyek  stadion.  Disdikpora harus gelar pengawasan terhadap teknis pengerjaannya, sehingga tidak berimbas pada standar stadionnya."Memang banyak  tahapan  yang  dilakukan.  Disdikpora harus terus mengawasi sampai finishing,"tambah Suastika.

Pelaksana dari pihak rekanan, Joko Sri Mulyono, mengatakan, progres pengerjaannya sudah 80 persen lebih. Untuk mengatasi kondisi lapangan yang bergelombang dan berkerikil akan dilakukan top gres dan tandem saat finishing.  Sekarang pegawai sedang gelar penanaman serta penyiraman rumputnya.

"Untuk mengatasi gelombang lapangan akan di top gres  saat proses  finishing.  Sedangkan kerikilnya akan di tandem, biar batu kerikilnya masuk ke pasir. Terus diatasnya  akan di top gres pakai pasir halus dengan ketebalan sekitar 1 sampai 2 centi,"akui Joko  Mulyono.

Untuk perawatan rumputnya akan terus dilakukan masa pemeliharaan. Satu diantaranya memberikan vitamin, memotong, dan proses lainnya. Pihaknya optimis pengerjaan  bisa  berjalan lancar, sesuai yang diharapkan."Tidak ada kendala. Pengerjaannya berjalan lancar sesuai yang diharapkan,"kata Joko Mulyono.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved