Harga Cabai Naik
Harga Cabai Tembus Angka Ro 80 Ribu Perkilogram di Karangasem
Harga cabai rawit dan bawang putih di Karangasem meningkat drastis jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
AMLAPURA, TRIBUN-BALI.COM - Harga cabai rawit dan bawang putih di Karangasem meningkat drastis jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Harga cabai perkilogramnya naik dari 50 ribu jadi 80 ribu.
Sedangkan untuk bawang putih alami kenaikan sekitar 5 ribu, dari 30 ribu menjadi 35 ribu perkilogram.
Artinya, untuk cabai mengalami peningkatan sekitar 30 ribu atau 60 persen.
Harga meningkat secara bertahap, mulai dari 5 ribu - 7 ribu perkilonya. Bawang putih meningkat 5 ribu atau 17 persen.
Kenaikan bertahap, dari 2 sampai 3 ribu.
Kemungkinan harga cabai dan bawang putih terus naik hingga Nataru.
Ni Made Kembar, pedagang di Pasar Amlapura Timur, mengatakan,kenaikan harga kebutuhan pokok terutama bahan dapur meningkat sejak seminggu lalu.
Seperti cabai kecil naik menjadi 80 ribu perkilo.
Baca juga: Upacara Bumi Sudha di Pura Watu Klotok, Manusia Kembali Diingatkan Menjaga Prilaku Terhadap Alam
Sedangkan bawang putih naik dari 30 ribu menjadi 22 ribu. Kenaikannya bertahap, tidak naik cukup drastis.
Wanita asal Kelurahan Karangasem memprediksi harga kebutuhan naik lantaran pasokan sedikit akibat cuaca yang tak menentu.
Kemungkinan petani cabai, bawang sedikit saat panen. Sehingga mempengaruhi harga kebutuhan.
"Cuaca sekarang panas. Banyak petani cabe gagal panen,"ungkap Kembar.
"Cuaca sekarang tak menentu. Kadang panas, tiba - tiba turun hujan. Kondisi seperti ini berpengaruh ke tanaman cabai. Bunganya berguguran. Tapi untuk stok masih aman terkendali, belum sampai kosong,"ungkap Ni Made Kembar, Selasa, 12 Desember 2023 siang hari.
Untuk pasokan cabai berasal dari petani lokal di Kabupaten Karangasem, dan Lombok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pedagang-bumbu-dapur-di-Pasar-Amlapura-Timur-Kab-Karangasem-Selasa-12122023.jpg)