Kasus Pencurian dan Penyekapan
Putrinya Disekap di Belayu Tabanan, Gede Windhu Curiga Sosok di Bawah Pohon Pisang
Putrinya Disekap di Belayu Tabanan, Gede Windhu Curiga Sosok di Bawah Pohon Pisang
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - I Putu Gede Windhu Susila, 44 tahun, warga Banjar Umabian Desa Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan mengalami kejadian nahas.
Putri semata wayangnya, NPL 17 tahun disekap dengan tangan dan matanya terikat.
Uang miliknya, Rp 7,2 juta dan handphone milik anaknya digondol maling.
Windhu sebelumnya sempat mencurigai ada gerak-gerik dari orang yang mencurigakan di barat rumahnya.
Baca juga: Kronologi Lengkap Penyekapan di Belayu Tabanan, Gadis 17 Tahun Ungkap Ciri-ciri Pelaku
Tepat di kebun sebelah rumahnya. Hal ini diketahuinya pada Senin 12 Desember 2023 petang hari.
Namun, ia tidak memedulikan hal itu dan beraktivitas kembali.
“Sempat pas Senin itu ada ngeliat orang di kebun sebelah,” ucapnya, Rabu 13 Desember 2023.
Menurut Windhu, bahwa pada hari Senin di belakang atau barat rumahnya, itu ada seperti orang berada di bawah pohon pisang.
Baca juga: BAK FILM ACTION, Aksi Penyekapan di Belayu Tabanan, Gadis 17 Tahun Diikat Tangan dan Mata
Orang itu sembunyi di bawah pohon pisang.
Tapi tidak tahu orangnya siapa.
Apa warga sini atau dari luar Banjar Umabian.
“Perkiraan sekitar setengah 7 malam. Di sebelah barat rumah. Tidak ada curiga saya,” ungkapnya.
Di sisi lain, ibu korban, Komang Yanti mengungkap sedikit ciri-ciri dari pelaku.
Terutama menyangkut, pakaian yang dikenakan saat melakukan aksi pencurian dan penyekapan di rumah yang cukup sepi tersebut.
Komang Yanti mengatakan, dari keterangan NPL kepadanya, kejadian ini dilakukan oleh satu orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/BAK-FILM-ACTION-Aksi-Penyekapan-di-Belayu-Tabanan-Gadis-17-Tahun-Diikat-Tangan-dan-Mata.jpg)