Serba Serbi
Senin Pon Sinta, Baik Buruknya Hari Ini 18 Desember 2023, Tidak Baik Melakukan Hubungan Suami Istri
Senin Pon Sinta, Banyu Urug, baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Senin 18 Desember 2023 merupakan Senin Pon wuku Sinta menurut kalender Bali.
Di mana menurut kepercayaan masyarakat Bali, setiap hari memiliki baik dan buruk atau ala ayuning dewasa.
Hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk kala saat hari tersebut.
Oleh karenanya, setiap akan melaksanakan kegiatan tertentu mulai dari yadnya dan segala jenis pembangunan perlu memperhatikan ala ayuning dewasa.
Baca juga: Kelahiran Senin Pon Sinta atau Soma Ribek, Pelindung Orang Sengsara, Umurnya?
Karena dipercaya, jika melakukan sesuatu tanpa didasari oleh dewasa akan mengganggu kehidupan, terjadi hal yang buruk, atau bahkan ada yang percaya akan menjadi penyebab kematian.
Untuk Senin 18 Desember 2023, inilah ala ayuning dewasa menurut kalender Bali.
Amerta Dadi, baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur.
Banyu Urug, baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.
Carik Walangati, tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
Kala Bancaran, baik untuk membuat senjata, taji, pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk mengadap nira).
Kala Siyung, tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas.
Kala Sor, tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.
Kala Temah, tidak baik untuk dewasa ayu.
Kaleburau, tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.
Karnasula, baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan.
Salah Wadi, tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll). Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll).
Sampar Wangke, tidak baik untuk bersenggama atau berhubungan suami istri, kalau dilanggar bisa melahirkan bayi yang penuh kesialan dan kemalangan. (*)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.