Pilpres 2024
Debat Capres Cawapres Jadi Kunci Untuk Rakyat Yang Bimbang Pilih Calon Pemimpin
Debat pasang calon (paslon) presiden dan wakil presiden nampaknya selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Debat pasang calon (paslon) presiden dan wakil presiden nampaknya selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu.
Sebelumnya debat paslon Presiden dan Wakil Presiden telah dilaksanakan pada putaran pertama untuk pemilu 2024 beberapa waktu lalu.
Debat dalam pelaksanaan pemilu menjadi salah satu tahapan krusial yang dapat mengubah elektabilitas calon serta merubah dinamika pemilu.
Bahkan, hasil survei lembaga-lembaga survey menunjukkan bahwa debat ini memiliki dampak signifikan, terutama jika dilihat dari perspektif swing portal dan segmentasi pendidikan politik.
Baca juga: Debat Perdana Cawapres di Pilpres 2024: Jadwal, Lokasi, Tema dan Link Live Streaming Terbaru
Menurut Guru Besar FISIP Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., debat menjadi kunci pengaruh saat masyarakat masih bimbang memilih.
“Debat memainkan peran penting ketika masyarakat masih meragukan pilihannya. Visi misi dan performa pasangan calon sangat diperhatikan oleh masyarakat,”
“Gagasan-gagasan yang disampaikan dalam debat menjadi penentu bagi pemilih yang mencermati dengan seksama,” ucap, Oka pada, Rabu 20 Desember 2023.
Lebih lanjutnya ia mengatakan debat akan memberikan dampak yang signifikan terhadap elektabilitas pasangan calon.
Baca juga: Debat Perdana Cawapres 22 Desember 2023, Ketahui 5 Hal Ini Termasuk Dilarang Memprovokasi
Dalam perspektif persiapan debat, Prof. Wisnumurti menyatakan bahwa pasangan calon akan melakukan latihan dan mencari sumber-sumber informasi untuk memahami tema-tema debat yang telah dirancang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Ini bukan hanya sebagai ritual politik, tetapi juga sebagai upaya agar masyarakat tidak terkecoh,”
“Ia menegaskan bahwa debat merupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tidak beli kucing dalam karung,” tutupnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.