Liburan Nataru di Bali

Kebutuhan Listrik Jelang Nataru di Bali 1055 MW, PLN UID Bali: Stok Aman

PLN UID Bali memprediksi kebutuhan listrik masyarakat di Bali Jelang Natal dan Tahun Baru 1055 Megawatt (MW).

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
I Made Arya selaku Manager Komunikasi PT PLN UID Bali pada Jumat 22 Desember 2023. Made Arya mengatakan kondisi beban puncak saat natal dan tahun baru masih dalam kategori normal di angka 895 MW untuk natal dan 805 MW untuk tahun baru. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PLN UID Bali memprediksi kebutuhan listrik masyarakat di Bali jelang Natal dan Tahun Baru 1055 Megawatt (MW). 

Sementara PLN UID Bali memiliki daya mampu pasok sekitar 1.344 MW. Artinya masih ada cadangan sebesar 289 MW dari sisi kecukupan daya, statusnya sangat aman.

Hal ini disampaikan langsung oleh I Made Arya selaku Manager Komunikasi PT PLN UID Bali pada Jumat (22/12/2023).

Made Arya mengatakan kondisi beban puncak saat natal dan tahun baru masih dalam kategori normal di angka 895 MW untuk natal dan 805 MW untuk tahun baru.

“Kita sudah memulai kesiapan dari H-10 hingga H+7 dari tanggal 15 Desember 2023 sampai 8 Januari 2024 kita sudah siaga. PLN tidak akan melakukan pemadaman secara terencana, kecuali gangguan yang sudah kita koordinasi dengan tim PDKB,” ujar Made Arya.

PLN UID Bali juga menyediakan 41 Posko pengamanan yang tersebar di Posko Siaga UP2B, posko siaga pembangkit, posko siaga transmisi, dan posko siaga ICON+.

Baca juga: Enaknya Kulineran di Bali Habiskan Libur Nataru, 3 Rekomendasi Warung Rujak Ini Patut Dicoba

Sedangkan untuk personil yang bersiaga di Libur Nataru ini ada 1.130 personil yang tersebar sebanyak 25 personil di pembangkitan, 36 personil operasi sistem, 210 personil siaga transmisi, 837 personil siaga distribusi, dan 22 personil siaga ICON+.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan dalam momen Nataru ini, PLN siap menjaga keandalan listrik dan melayani seluruh kebutuhan pelanggan agar masyarakat bisa merayakan Nataru dengan aman dan nyaman. 

Darmawan menjelaskan, tantangan perayaan Nataru 2024 kali ini adanya potensi cuaca ekstrem akibat dampak dari El Nino, seperti kekeringan panjang yang kemudian diikuti hujan dengan curah yang tinggi, disertai petir, angin kencang dan banjir.

Hal tersebut juga mengancam instalasi ketenagalistrikan PLN.

“Untuk itu kami sudah mempersiapkan sejak jauh hari setiap pembangkit kami, jaringan transmisi, jaringan distribusi, control center hingga operasi layanan pelanggan,” kata Darmawan dalam keterangan resminyaz

“Kami sudah memastikan kecukupan energi primer kami dalam status sangat aman. Baik itu pembangkit batu bara, gas, maupun BBM sampai ke daerah-daerah terisolir dan 3T. Kami pastikan setiap pembangkit memiliki HOP (Hari Operasi) di atas 20 hari,” tambah Darmawan.

Selama periode Nataru 2024, PLN menyiagakan lebih dari 18 ribu pegawai dan lebih dari 63 ribu personel lapangan yang akan siaga 24 jam menjaga keandalan listrik. Para petugas ini tersebar di 1.853 posko siaga PLN di seluruh tanah air.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved