Berita Bali
Asalkan Tidak Ganggu Flow, Driver Ojol Diperbolehkan Mangkal di Jl. Bandar Udara Ngurah Rai
Asalkan Tidak Ganggu Flow, Driver Ojol Diperbolehkan Mangkal di Jl. Bandar Udara Ngurah Rai
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seiring terjadinya peningkatan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beberapa waktu terakhir banyak yang memanfaatkan transportasi umum ojek online (ojol) untuk digunakan.
Banyaknya permintaan orderan ojek online membuat para driver atau pengemudi memilih mangkal di seputaran Jl. Bandar Udara Ngurah Rai (sekitar jalan area parkir sepeda motor).
Seperti pada Rabu (27/12/2023) kemarin sore banyak para driver ojol mangkal dan menunggu orderan dari penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
Dikonfirmasi mengenai banyaknya driver ojol mangkal di seputaran jalan tersebut, General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi menjaga keamanan dan ketertiban disana.
"Terkait hal itu kami terus berkoordinasi dengan kawan-kawan seputaran bandara dan Aviation Security juga agar tetap aman karena disitu area publik," ujar Handy kepada tribunbali.com, pada Kamis 28 Desember 2023.
Kami tetap berkoordinasi dan memastikan yang penting tertib dan tidak menganggu flow atau arus kendaraan karena itu berbatasan langsung dengan lingkungan perumahan ataupun pemukiman seputar bandara.
"Sejauh ini kami pantau terus dan kita perhatikan sepanjang tidak ada keributan ataupun hal yang menggangu tidak masalah," ungkap Handy.
Ia menambahkan jalan tersebut menjadi akses masuk ke dalam area parkir sepeda motor, DPPU Pertamina, Hotel Patra Jasa, masuk pemukiman, pantai, kantor SBU bandara serta akses masuk ke Masjid Al-Ikhlas.
Dan ramainya driver ojol disana menurutnya langsung terbentuk karena kebutuhan penumpang mencari pilihan alternatif transportasi angkutan.
Baca juga: Liburan di Bali sambil Kulineran, 3 Rekomendasi Warung Mujair Nyat-Nyat Wajib Dicoba
"Sejauh ini belum ada (menganggu ketertiban atau keributan). Itu menjadi tanggung jawab penumpang tersebut memilih transportasi itu," imbuh Handy.
Menurutnya yang harus dijaga adalah kesinambungan layanan, dengan jumlah penumpang bandara I Gusti Ngurah Rai ini rasio luasan bandara itu dianggap cukup sempit.
Namun demikian kami terus menjaga dan memastikan bahwa kondisi ini bisa tetap kita berikan layanan yang maksimal.
Dari rencana manajemen yang akan melakukan optimalisasi nanti ada perbaikan-perbaikan menambah layanan, karena kita lihat dengan jumlah penumpang yang terus meningkat dengan area kami yang terbatas.
"Kami berharap dengan kondisi yang ada kita berikan layanan terbaik," ucapnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.