Kalender Bali

Jadwal Rerahinan Hindu Dalam Kalender Bali Dari Juli Hingga Desember 2024, Galungan Bulan September

Jadwal Rerahinan Hindu Dalam Kalender Bali Dari Juli Hingga Desember 2024, Galungan Bulan September

Penulis: Putu Kartika Viktriani | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Putu Kartika
Ilustrasi kalender Bali tahun 2024 - Jadwal Rerahinan Hindu Dalam Kalender Bali Dari Juli Hingga Desember 2024, Galungan Bulan September 

TRIBUN-BALI.COM - Inilah jadwal Hari Raya Hindu dalam Kalender Bali 2024, khususnya bulan Juli hingga Desember 2024.

Hari Raya Galungan Kuningan berlangsung tiap enam bulan sekali atau 210 hari sekali menurut perhitungan Kalender Bali.

Sehingga, dalam setahun dalam kalender nasional biasanya akan terjadi dua kali Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Untuk lebih jelasnya, simak informasi terkait Kalender Bali 2024 yang berisi rangkuman informasi mengenai jadwal Hari Raya Hindu atau jadwal rerahinan Hindu sepanjang Januari-Juni 2024 berikut ini.

 

Jadwal Hari Raya Hindu dalam Kalender Bali 2024 :

Juli 2024

2 Juli 2024. Anggar Kasih Dukut.

6 Juli 2024. Tilem.

Baca juga: Jadwal Hari Raya Hindu pada Januari Hingga Juni Dalam Kalender Bali 2024: Galungan Kuningan Kapan?

7 Juli 2024. Kajeng Keliwon Pamelastali/Watugunung Runtuh.

9 Juli 2024. Paid-Paidan.

10 Juli 2024. Hari Urip.

11 Juli 2024. Hari Patetegan.

12 Juli 2024. Hari Pangredanaan. Persipan menyambut Hari Saraswati

13 Juli 2024. Hari Raya Saraswati. Hari ini merupakan pawedalan Sang Hyang Aji Sawaswati, yaitu perayaan turunnya ilmu pengetahuan. Dilakukan upacara selamatan terhadap semua pustaka/rontal/kitab, sebagai penghormatan dan puji syukur kehadapan beliau yang telah menurunkan ilmu pengetahuan.

14 Juli 2024. Banyu Pinaruh. Moohon anugerah Sang Hyang Saraswati. Mandi dengan air kumkuman (air bersih bercampur dengan bunga harum) lalu mohon tirta (air suci) agar suci/ bersih lahir batin.

15 Juli 2024. Soma Ribek. Sang Hyang Tri Murti sedang beryoga dan lumbung sebagai tempatNya. Pada hari ini diadakan widhi widhana untuk selamatan atau penghormatan terhadap beras di pulu dan padi di lumbung yang sekaligus mengadakan pemujaan terhadap Dewi Sri sebagai tanda bersyukur serta semoga tetap memberi kesuburan. Sebaiknya pada hari ini tidak menumbuk padi atau menjual beras.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved