Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Dana BOS di Bangli Cair Lebih Cepat

Hampir seluruh sekolah di Bangli telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada hari Rabu (17/1/2024).

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi Uang - Dana BOS di Bangli Cair Lebih Cepat 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Hampir seluruh sekolah di Bangli telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada hari Rabu (17/1/2024).

Pencarian dana BOS tahun ini lebih cepat jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, Ida Bagus Made Mahaarta mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya dana BOS baru cair sekitar bulan ketiga (Maret).

Sedangkan di tahun 2024 ini, pada bulan pertama sudah cair. 

"Tentunya ini menjadi kabar baik untuk sekolah. Sebab jika di bulan ketiga, tentu pembiayaan di sekolah harus ditalangi dulu," ujarnya Kamis (18/1/2024). 

Besaran Dana BOS per siswa jenjang SD yakni Rp 1.050.000 per siswa. Sedangkan SMP yakni Rp 1.280.000 per siswa. 

Di Bangli sendiri jumlah siswa SD tercatat sebanyak 21.863 yang tersebar di 164 sekolah. Sementara jumlah siswa SMP sebanyak 11.315 siswa yang tersebar di 28 sekolah.

"Jika diakumulasi, jumlah dana BOS untuk SD sebesar Rp 22.956.150.000 dan SMP Rp 14.483.200.000," sebutnya. 

Lanjut Mahaarta, untuk dana BOS di SMP seluruhnya sudah ditransfer. Sedangkan di SD, sudah 158 sekolah yang menerima.

Baca juga: Selundupkan Sabu, Dibungkus Kondom Dimasukan ke Perut, WN Malaysia ini Minta Keringanan Hukuman

"Tinggal beberapa sekolah lagi. Untuk yang belum menerima, tinggal menunggu pencaiaran saja. Karena rekening sudah siap seluruhnya," kata dia. 

Ditambahkan pula, pemanfaatkan dana BOS sudah diatur dalam petujuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.

Misalnya pengadaan buku siswa, membayar tenaga pengabdi dan menunjang kegiatan sekolah lainnya.

Masing-masing sekolah juga melaporkan setiap pemanfaatan dana tersebut. 

"Kami melakukan pengawasan, dan sekarang lebih mudah dengan penggunaan sistem. Kami minta pelaporan per tri wulan, sehingga tidak sekolah tidak keteteran dalam membuat laporan," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved