Berita Gianyar

Ngakan Putra Sebut Gus Gaga Tak Proaktif, Ketawa Disebut Jubir Pj Bupati

Persoalan hibah bansos di Kabupaten Gianyar, Bali kini semakin panas. Sebab saat ini terjadi saling serang statemen.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
Istimewa
Ngakan Ketut Putra. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Persoalan hibah bansos di Kabupaten Gianyar, Bali kini semakin panas. Sebab saat ini terjadi saling serang statemen.

Menariknya, kini tak lagi serangan hanya berasal dari kubu Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra kepada Pj Bupati Gianyar, I Dewa Tagel Wirasa.

Namun saling serang statemen justru terjadi di kubu DPRD Gianyar sendiri.

Adapun pihak yang menyerang Gus Gaga ialah Ketua Fraksi Indonesia Raya, Ngakan Ketut Putra.

Sebelumnya, Ngakan Putra menyebut Gus Gaga tak berdasar saat menyuruh Tagel Wirasa mundur dari jabatannya sebagai Pj Bupati Gianyar.

Atas pernyataan tersebut, Gus Gaga menyebut Ngakan Putra sebagai juru bicara dadakan Pj Bupati.

Menyikapi dirinya disebut juru bicara dadakan, Ngakan Putra pun tertawa terpingkal-pingkal.

"Secara aturan, mungkinkah Ngakan Putra yang notabene anggota DPRD jadi jubirnya bupati? Tidak ada seperti itu. Tapi sebagai wakil rakyat, ya sah-sah saja saya menyampaikan seperti itu," ujarnya.

Ngakan Putra kembali tertawa saat dirinya disebut tidak mempedulikan tiga anggota fraksinya, yang bansosnya tidak cair lalu memilih mengadu pada Gus Gaga.

Baca juga: Penyebab Tewasnya Komsiatun Masih Misterius, Keluarga Menolak Tindakan Autopsi


"Terkait memfasilitasi bansos masyarakat, itukan sudah kewajiban dari masing-masing anggota. Kan gak mungkin, masyarakat yang difasilitasi oleh Gus Gaga dibantu oleh Ngakan Putra. Kalau itu dibantu kan dianggap penyerobotan. Jika saya dikata tak memperhatikan masyarakat, justru kita memperjuangkan masyarakat. Buktinya proposal yang saya fasilitasi cair semua, Suteja juga keluar semua. Berarti dia bisa memfasilitasi masyarakat," ujar Ngakan Putra.

Ngakan Putra menilai, tidak cairnya hibah bandos yang difasilitasi oleh Gus Gaga maupun anggota lainnya, selain karena keterbatasan anggaran, juga disebabkan mereka tak proaktif. 

"Jadi anggota dewan seharusnya dia lah yang proaktif. Buktinya saya banyak keluar berarti kita proaktif, ketika ada proposal yang kurang, kita bantu perbaiki. Intinya kita harus lebih proaktif," tandasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved