Berita Karangasem
30 Ton Jagung Bersubsidi Akan Didistribusikan ke Karangasem
Sekitar 30 ton jagung bersubsidi rencana didistribusikan ke Karangasem melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
I Ketut Edi Santa, peternak ayam asal Sebudi, Kecamatan Selat, mengaku, harga makanan ternak naik sejak akhir Bulan Desember 2023 secara bertahap. Dari 7 ribu perkilogram, kini menjadi 10 ribu. Seandainya di kalkulasi, ada peningkatan 3 ribu rupiah perkilogram dalam sebulan. Kondisi ini dikeluhkan peternak.
"Peternak banyak mengeluh setelah naiknya harga jagung. Kondisi ini tidak sesuai dengan harga telur di pasar. Makanya banyak peternak yang merugi lantaran ini. Bayangkan harga telur per trainya hanya 34 ribu,"kata Edi, Senin (15/1).
Perhari peternak mengalami kerugian hingga ratusan ribu perhari. Mengingat setiap harinya mengeluarkan puluhan kilo jagung untuk ribuan ternak.
"Parahnya, stok makanan ternak (jagung) menipis di pasaran. Sehingga peternak kesulitan mendapatkannya. Makanya banyak yang mengeluh peternak,"tambah Edi
Pihaknya tak mengetahui penyebab meningkat harga pakan ternak, serta langka stok.
Kemungkinan dikarenakan pengiriman jagung dari luar jumlahnya sedikit, sehingga jagung lokal naik lumayan drastis. Banyak perusahaan besar mengambil alih pasokan jagung, sehingga stok di pasaran berkurang.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.