Cuaca Bali
Warga Keluhkan Luapan Air Sungai Yeh Banges Karangasem ke Badan Jalan, Yasa: Takut Melintas
Warga Seraya Tengah, Putu Yasa mengatakan, banyak warga mengeluh akibat air Sungai Yeh Banges meluap ke badan jalan saat musim hujan.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Warga Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, Bali mengeluh lantaran badan jalan yang dilalui luapan air sungai saat hujan tidak kunjung dapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Bali.
Seperti luapan air Sungai Yeh Banges sekitar Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem.
Warga Seraya Tengah, Putu Yasa mengatakan, banyak warga mengeluh akibat air Sungai Yeh Banges meluap ke badan jalan saat musim hujan.
Kondisi ini menghambat aktivitas warga.
Baca juga: Cegah Sampah Masuk ke Kawasan Pariwisata, BHA dan Sungai Watch Pasang Jaring Sampah di Sungai Ayung
Mengingat jalan berstatus Provinsi adalah akses utama warga.
Seperti untuk sekolah, bersembahyang, dan jalan menuju pasar.
"Kalau sudah hujan deras, warga takut melintas. Otomatis warga tak bisa beraktivitas. Aliran air sungai lumayan deras. Sampai lutut kaki orang besar. Kita berharap pemerintah segera memperbaikinya. Biar warga tidak terganggu dan aktivitas tidak terhambat,"kata Yasa, Minggu 28 Januari 2024 pagi.
Ditambahkan, sebelumnya ada 3 aliran sungai meluap ke badan jalan musim hujan. Adalah Sungai Yeh Banges, Perit, Tibu Dalam.
Untuk Sungai Perit serta Ribu Dalem sudah mendapatkan penanganan dikarenakan sering memakan korban hingga meninggal dan luka parah.
Sedangkan Sungai Yeh Banges belum.
"Hampir semua warga di Seraya Tengah dan Seraya Timur mengeluhkan kondisi ini. Mereka khawatir dan takut terjadi sesuatu dengan diri dan keluarganya. Untuk sementara warga pasang besi pengaman di pinggir jalan, biar tak ada korban. Pemasangan dilakukan swadaya oleh masyarakat,"tambah Yasa.
Perbekel Seraya Tengah, Wayan Dandri mengungkapkan, pihaknya telah menyambangi Pemprov Bali tentang kondisi ini.
"Pertengahan 2023 sempat ke sana, katanya akan ditangani tahun 2024. Sekarang malah tak ada kepastian. Kita sangat berharap segera dibangunkan jembatan biar tidak meluap,"kata Dandri.
Untuk sementara warga sekitar lokasi luapan air sungai di Seraya Tengah terpaksa menjadi relawan saat hujan.
Relawan ini terbentuk karena kesadaran masyarakat, dan murni untuk kemanusiaan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.