Berita Bali

Antisipasi Wisatawan Enggan ke Bali, Sekda Dewa Indra Minta Aparat Gerak Cepat Atasi Kasus Kriminal

Antisipasi Wisatawan Enggan ke Bali, Sekda Dewa Indra Minta Aparat Gerak Cepat Atasi Kasus Kriminal

Istimewa
Kronologi Lengkap Pria Singaraja Tewas Dikeroyok di Sempidi, Selamat Jalan Adhi Putra Krismawan 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejadian kriminalitas di Bali belakangan ini bukan hanya terjadi pada masyarakat lokal namun juga pada wisatawan yang sedang berlibur di Bali.

Tentunya kejadian-kejadian kriminal tersebut dapat mempengaruhi citra Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata. 

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan jika berbicara hal-hal yang mempengaruhi pariwisata Bali tidak hanya kriminalitas. 

Baca juga: Polsek Sukawati gelar simulasi antisipasi kekacauan Pemilu 2024. Massa bawa sajam kepung Mapolsek

“Kan banyak variabel yang mempengaruhi seperti lingkungan yang tidak baik, tidak asri sampah yang tidak tertata kan juga mempengaruhi kemudian juga perilaku sebagian warga kita yang tidak ramah pada wisatawan kan juga mempengaruhi budaya yang tidak lagi kuat juga mempengaruhi kriminalitas juga mempengaruhi,” ucap, Dewa Indra pada, Kamis 1 Februari 2024. 

Lebih lanjutnya, Dewa Indra mengatakan karena semua hal dapat berpengaruh maka semuanya harus ditangani dengan baik.

Setiap kriminalitas yang dilakukan oleh siapapun entah pada WNI dan WNA aparat Kepolisian kata Dewa Indra akan  menindaklanjuti sepanjang pelaku masih ditemukan.

Baca juga: Ngaben Kusa Pranawa Dipuput Lima Orang Sulinggih, Sucikan Kerangka Manusia Prasejarah

Namun kebanyakan fenomena kriminalitas saat ini pelakunya saat dicari sudah pulang kampung atau sudah kembali ke Negara nya.

Maka dari itu Dewa Indra meminta semua pihak harus sama-sama menciptakan iklim agar tidak memungkinkan untuk terjadinya tindak kriminalitas yang luas. 

“Kemudian dipastikan juga setiap ada tindak kriminalitas ditangani secara cepat karena itu menumbuhkan kepercayaan sehingga orang tidak ragu ke Bali. Kriminalitas ada dimana-dimana tidak hanya di Bali yang membedakannya adalah tingkat respon dari sistem yang dimiliki untuk tangani kriminalitas. Selama dibiarkan orang tidak akan berkunjung,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved