Berita Denpasar
Guru Bahasa Bali se-Bali Lahirkan 2 Buku Berjudul Enten dan Eling
Guru Bahasa Bali se-Bali Lahirkan 2 Buku Berjudul Enten dan Eling, Wujud Pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Daerah
Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Guru bahasa Bali di Bali membuat dua buah buku antologi sekaligus.
Kedua buku karya guru ini adalah kumpulan puisi bali anyar yang berjudul “Enten” serta Buku Kumpulan Peparikan dan Wewangsalan yang berjudul “Eling”.
Peluncuran kedua buku ini pun dirangkaikan dengan pelaksanaan seminar atau widyatula bertajuk "Basa, Aksara, dan sastra Bali Sajeroning Kurikulum Pendidikan Ring Bali Maka Pamikukuh Guna Gina Bali" di Art Centre Denpasar.
Kurang lebih 500 orang guru dan mahasiswa ikut dalam peluncuram buku dan seminar yang digelar serangkaian perayaan Bulan Bahasa Bali ke VI Tahun 2024.
Peluncuran kedua buku ini dilaksanakan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. Gede Arya Sugiartha, M.Si.
Kedua buku tersebut merupakan karya guru bahasa Bali semua Jenjang dari SD, SMP, SLB, SMA/SMK se-Bali.
Terbitnya buku karya guru ini merupakan inisiasi dari Pengurus PPBDi (Perkumpulan Pendidik Bahasa daerah Indonesia) Wilayah Provinsi Bali dan Pengurus FKMGMP (Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Bali seluruh jenjang se-Provinsi Bali.
Kegiatan peluncuran buku karya Guru ini juga mendapatkan dukungan dari PPBDI Pusat melalui ketuanya Encep Ridwan.
Hal ini juga menjadikan bahasa daerah Bali sebagai contoh Best Practice tindakan pelestarian Bahasa, Aksara, dan Sastra Daerah.
Baca juga: Kelakar Kaesang di Kampanye PSI Bali : Coblos Hidung atau Matanya Mas Gibran
Penerbitan buku ini merupakan event besar ke tiga oleh PPBDI Wilayah Provinsi Bali dan FKMGMP Bahaasa Bali Provinsi Bali setelah Simposium Nasional Bahasa daerah dan Olimpiade Bahasa Bali Tahun 2023.
Terbitnya buku Enten dan Eling menjadi tonggak lahirnya karya-karya Guru Bahasa Bali ke depan.
Setelah peluncuran buku karya guru tersebut, barulah dilanjutkan dengan seminar.
Dua narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan seminar ini meliputi Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum. (dosen FIB Universitas Udayan dengan materi: “Nyliksik Bulu Ceciren Manusa Manut Lontar Carcan Jadma Dan Carcan Wong Menuju SDM Unggul” serta Dr. Ni Wayan Sariani, M.Hum. (Ketua FGMGMP Bahasa Bali Provinsi Bali, PPBDI Bali, Guru SMPN 1 Kuta Selatan Badung) dengan materi “Implementasi Bahasa, Aksara miwah Sastra Bali sajeroning Kurikulum Merdeka Ngulati Krama Bali Unggul”.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. Gede Arya Sugiartha, M.Si. menyampaikan pentingnya pendidikan Bahasa, Aksara, dan sastra Bali dalam membangun Generasi Unggul.
"Kegiatan seminar ini sebagai salah satu ruang bagi para Guru Bahasa Bali se-Bali untuk mempererat dan memperkuat jalinan komunikasi, kolaborasi, dan meningkatkan kompetensi Guru Bahasa Bali," kata Prof Arya dalam rilis yang diterima, Selasa 6 Februari 2024.
Pihaknya berharap kegiatan seminar ini menjadi agenda rutin pemerintah provinsi Bali bersama PPBDI Wilayah Provinsi Bali dan FKMGMP Bahasa Bali semua jenjang se-Bali dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Bali, yang bertujuan untuk melestarikan Bahasa, Aksara dan sastra Bali melalui jalur pendidikan formal. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.