Berita Bangli

Kunjungan Ke Desa Wisata Penglipuran Tembus 9000 Orang Saat Imlek

Kunjungan Ke Desa Penglipuran Tembus 9000 Orang Saat Libur Tahun Baru Imlek

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Muhammad Fredey Mercury
Suasana di Desa Penglipuran saat momentum libur Imlek. Minggu (11/2/2024) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tingkat kunjungan ke Desa Wisata Penglipuran mencapai 9000 orang dalam sehari, yakni pada saat libur Imlek 2024. Jumlah tersebut diakui merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah. 

Hal tersebut diungkapkan Manajer Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa saat ditemui Minggu (11/2/2024).

Dikatakan dia, peningkatan kunjungan ke Desa Penglipuran serangkaian libur Imlek 2024, sudah nampak sejak hari Kamis (7/2/2024).

Di mana saat itu jumlah tamu yang berkunjung mencapai 3500 orang. 

"Puncaknya pada tanggal 9 Februari. Di mana berdasarkan data yang kami terima, jumlah kunjungan mencapai 9000 orang per hari," sebutnya. 

Sumiarsa tak menyangka akan tingginya antusias wisatawan untuk berkunjung ke Penglipuran, khususnya di hari Imlek.

Bahkan sangking membludaknya wisatawan di hari itu, pihaknya sampai meminta para wisatawan untuk berkunjung ke tempat lain dulu, daya tampung desa sudah melebihi kapasitas.

"Daya tampung desa kami berkisar 1500 hingga 2000 orang," ujarnya. 

Diakui Sumiarsa, hal tersebut tentunya membuat beberapa wisatawan kurang nyaman.

Baca juga: Warga Desa Munggu Mengwi Geger Temukan Mayat di Selokan Warung Baroc

Sebab para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran berniat untuk melihat dan merasakan suasana desa di Bali.

"Wisatawan yang berkunjung ke Penglipuran itu ingin melihat budaya, salah satunya suasana Bali. Mulai dari aktifitas warga, kegiatan adat istiadat, bahkan bisa ikut didalamnya merasakan budaya Bali. Contoh kecil terkait penyewaan busana adat Bali. Sensasi inilah yang kebanyakan dicari oleh wisatawan," ucapnya. 

Kendala lain akibat membludaknya wisatawan juga terjadi di fasilitas parkir bus yang mengalami overload. Pihaknya bahkan sampai melakukan penutupan selama dua jam untuk memberikan ruang pada bus yang akan keluar. Sehingga bus lainnya bisa masuk.

"Ke depan memang perlu dicarikan suatu solusi yang terbaik. Sehingga seluruh wisatawan yang berkunjung betul-betul bisa menikmati suasana desa," ucap dia.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved