Berita Bangli
Bonus Atlet Porsenijar Bali Tahun 2023 Hingga Kini Belum Cair
Bonus para atlet yang mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Bali 2023, hingga kini belum cair.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bonus para atlet yang mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Bali 2023, hingga kini belum cair.
Kondisi ini disebabkan karena keterbatasan anggaran.
Kendati demikian pihak Disdikpora Bangli menegaskan akan mengusulkan kembali pada APBD Perubahan 2024.
Kepala Disdikpora Bangli, I Komang Pariarta, saat dikonfirmasi Selasa (13/2/2024) membenarkan ihwal belum cairnya bonus atlet ini.
Dijelaskan dia, bonus para atlet yang berlaga di Porsenijar 2023 sejatinya sudah diusulkan pada APBD induk 2024.
Namun karena anggaran yang terbatas, alhasil usulan tersebut direfocusing.
"Kami usulkan di anggaran induk dan mendapat persetujuan dari Bupati untuk proses lebih lanjut. Namun karena kondisi anggaran seperti itu jadi beberapa kegiatan belum bisa terdanai," kata pejabat asal Desa Tamanbali, Bangli ini.
Pariarta yang saat itu didampingi Analis di Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bangli, Nyoman Juniawan mengatakan pada Porsenijar 2023, Kabupaten Bangli mengikuti 15 cabang olahraga (cabor) dari total 34 cabor yang dipertandingkan. Dari 15 cabor ini, jumlah atlet yang dikirim mewakili Bangli sebanyak 210 orang.
Ia juga menerangkan, bonus atlet dianggarkan pada tahun berikutnya.
Baca juga: RSUD Karangasem Siapkan Layanan Kejiwaan Untuk Caleg Depresi
Sebab pihak dia perlu memastikan dulu berapa banyak atlet yang meraih medali.
"Kita tidak dapat memastikan atau memprediksi berapa orang yang mendapat juara. Setelah pelaksanaan event dan diketahui perolehan medali, maka dilanjutkan mengajukan telaah ke Bupati. Untuk tahun 2023 sudah diajukan ke Bupati," jelasnya.
Tidak dipungkiri jika pihaknya mendapat banyak keluhan akibat molornya pencairan bonus atlet ini.
Pihaknya mengaku akan mengajukan kembali usulan kepada Bupati melalui BKPAD.
Sehingga diharapkan pada APBD Perubahan 2024 bisa terdanai.
"Mudah-mudahan di anggaran perubahan bisa diproses lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku. Mengenai berapa besar kebutuhan anggaran, sesuai hasil telaah diperlukan dana sekitar Rp 256 juta," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Disdikpora-Bangli-I-Komang-Pariarta-556.jpg)